Tags

Pertanyaan ini tiba- tiba muncul di benak saya, beberapa waktu yang lalu saat mengendarai motor pulang ke Kertosono. Saya teringat kenangan demi kenangan yang membentuk sebuah rantai panjang tentang kisah cinta saya, yang saya sadari atau tidak membuat saya selalu tersenyum sepanjang jalan pulang.

Entah bermula darimana cinta itu datang, beberapa tahun yang lalu. Mulanya saya hanya mengagumi sosok yang berada beberapa langkah tepat di depan saya. Catat! Hanya sekedar mengagumi, tidak lebih dari itu.

Yaa.. Seperti dialah rata- rata laki- laki yang masuk dalam pencarian saya. Hahaha.. Yang terlihat pandai, yang terlihat pendiam, yang terlihat tidak macam- macam, yang terlihat seperti dia. Seperti yang saya cantumkan ditulisan sebelumnya, saya hanya mengagumi. Tidak lebih, saya hanya tahu dia siapa (peranannya dalam acara itu), tapi lupa bagaimana wujudnya. Beberapa hari kemudianpun, saya lupa saya sempat mengaguminya. Maklumlah.. Waktu itu saya baru masuk SMA impian saya, Pengenalan Lingkungan Sekolah, senior yang galak, tugas yang berat, dan tampang- tampang baru para senior juga teman seangkatan megalihkan perhatian saya.

Saya baru mengingat saya pernah mengagumi ‘orang’ itu beberapa bulan setelahnya, 16 Agustus 2006. Saya bertemu lagi dengannya, dengan situasi yang sangat berbeda. Kalau tidak salah waktu itu pembagian undangan donator atau gimana gitu. Saya lupa.

ACAPEL A 2006 kembali mempertemukan saya dengannya, tentu saja saya masih canggung, maklumlah saya bukan orang yang gampang akrab dengan orang waktu itu. Siang bolong di pos satpam dekat gerbang sekolah, akhirnya sempat juga berkenalan dengannya. Saya sempat salah mengucap namanya ‘yudistira’ Hahaha.. maklumlah.. saya lupa.Maaf.. Maaff.. Karena kebetulan waktu itu ada tulisan ‘yudistira’ pula entah dimana, saya jadi bisa ngeles kalo saya sedang membaca tulisan itu, bukan bermaksud menyebutkan namanya. Untunglahh..

Apa sudah ada cinta disana?? Saya rasa belum, saya bahkan sempat beberapakali dihubungi teman laki- laki saya. Lalu ?? kapan cinta itu datang??

Malam pertama ACAPELA, rapat entah apaa gitu sampai diatas tengah malam. Saya belum sempat makan, ngentuk berat melanda mata saya. Saya bingung harus tidur dimana, tiba- tiba dia datang tepat dimuka saya, entah apa yang waktu itu dia sarankan, saya sudah lupa, yang jelas saya menurutinya untuk tidur disuatu tempat.

Hari- hari ACAPELA selanjutnya, saya sudah tidak lagi bertemu dengannya, saya memilih untuk mengikuti diklat SMADAPALA.

Senin setelah serangkaian semua acara selesai. Saya masuk kelas disambut oleh teman saya, Angga namanya. Dia bilang sama saya, saya dicari kakak kelas. Pas saya Tanya siapa namanya, si Angga menyebutkan namanya, dan ternyata orang itu. Waahh… GR lah saya.

Paas makan di kantin bersama Maygy, teman saya. Mulailah dia bertanya ke saya, siapa yang lebih menarik antara ‘orang itu’ dan temannya. Terang saja saya menjawab ‘orang itu’, maksud hati sii bukan untuk apa- apa. Karena memang sudah menjadi hal yang biasa diantara kami membanding- bandingkan siapa yang ‘lebih’ antara si ini dan si itu. Hahaa..

Apa sudah ada cinta?? Hmm….

Beberapa saat kemudian, sertifikat mengikuti acara pengenalan pramuka saat masuk di SMA saya dibagikan. Wew, saya senang sekali melihat tandatangannya ada di selembar kertas itu. Konyol sekali memang. Kertas itu selalu ada di tas saya, kemana- mana saya bawa. Seperti benda paling berharga dihidup saya. Sementara disisi lain saya menyadari, bahwa semua siswa baru disekolah itu tentunya juga memiliki kertas yang sama, yang tak ada nilainya. Aneh saya memang.

Beberapa hari kemudian menyebarlah berita yang tidak- tidak tentang diri saya dan dirinya. Yaa kalo memang ada apa- apa sii gag masalah. Yang jadi masalah adalah kenal dengannya saja hanya waktu itu di pos satpam, selebihnya saya hampIr tidak pernah ngobrol, mungkin hanya bertemu itupun sekilas- sekilas saja, tidak periodik, juga tidak terencana.

Saya yang mulanya tidak dikenal siapa- siapa, mendadak jadi bahan omongan dimana- mana. Yahh.. ini sii tak jauh beda dengan Pangeran William yang mendadak menyunting seorang wanita biasa, Kate, dan kemudian beritanya menyebar diseluruh penjuru Negara- dunia bahkan. Hahaha  Bukannya GR sii.. Tapi memang benar koq. Saya jadi malu. Benar- benar malu. Jika biasanya saya biasa saja jika bertemu dengannya, waktu itu saya lebih memilih untuk menghindar sejauh mungkin, Jangan sampai bertemu. Jangan sampai bertemu. Kata itu saya ulang setiap saya akan keluar kelas.

Beberapa hari sebelum 13 September 2006, kita sempat bertemu. Entah saya lupa ada apa waktu itu, kita bertiga bersama Maygy.

13 September 2006, saya mendapat harmonica darinya, entah apa maksudnya. Gag jelas. Saya saja tak bisa main alat music seperti itu. Mbok dikasih bunga ato apaaa gitu. Hahaha.. Kalau tidak salah ini pertamakalinya saya ngobrol berdua dengannya.

15 September 2006, entah karena apa, itu menjadi hari bersatunya saya dengannya. Saya yakin cinta itu sudah ada dihati saya, yang saya ingin tau adalah ‘darimana datangnya?’

Dari mata? Tidak! Saya justru memilih untuk menghindar darinya.

Dari kata- kata? Tidak juga. Dia bukan tipe orang yang terlihat perhatian kepada saya, berbeda sekali dengan orang sebelumya yang saya suka.

Dari kepribadiannya?? Bukan. Saya bukan orang yang mengenal dekat dirinya sebelum hari itu datang.

Lantas dari apa??? Saya baru menyadari hal ini saat saya hendak mengakhiri tulisan ini, saya terpikirkan sebuah jawaban yang saya yakin benar.. Darimana datangnya cinta itu?? Jawabnya adalah Dari Cintanya. Dari cintanya yang tulus kepada saya… ^^

**Kertosono 8 May 2011