Tags

, , , , ,

Kecewa. Itu yang terlintas di pikiran saya saat mendapati ada tulisan ‘Race cancelled’ pada ujung atas layar televisi. Gimana gag? Saya sudah mantengin TV dari jam 2, menanggalkan beberapa tugas saya. Juga sejenak melupakan bahwa akan kembali ke Surabaya sebelum langit mulai menangis sore ini.

Tapi sedikit terobati si setelah berkali kali melihat Pedrosa di layar tv. Hahaha.. Masih sama. Ganteng! Saat sebelum mulai race juga, disaat yang lainnya ditemani umbrella girl, si Pedrosa mah anteng aja tanpa umbrella girl. Waahhh… membuat saya senang. :)

Saya sempat melihat tragedi Simoncelli. Lega juga pas ada berita kalau sudah Simoncelli dalam keadaan sadar. Yaah,, bagaimanapun juga meskipun saya tidak suka pembalap itu, lantaran membuat pembalap idola saya (Pedrosa, red) “sengsara” di sirkuit Le Mans, saya masih punya hati untuk peduli bagaimana keadaannya. :D

Melupakan segenap kecewa saya dan berangkat ke Surabaya.

Sampai Surabaya, saya mendengar bahwa Simoncelli meninggal. Wew.. Tidak menyangka. :( Padahal minggu sebelumnya masih naik podium di posisi kedua. Ehh.. memang malaikat maut datang tanpa kompromi di Sepang. Simoncelli meninggal pas melakukan apa yang dia suka, mengejar apa yang menjadi mimpinya. Semoga bahagia disana.. Di keabadian..

Selamat jalan Simoncelli..