Hari ini, tanpa UAS, saya habiskan untuk sekedar jalan- jalan ke blog orang sampai mata dan modem terasa panas.
Kemudian melihat- lihat daftar bacaan, tertarik pada salah satu judul : Menulis untuk Sebuah Kenikmatan. Saya ingat membeli buku ini pas ikut kekasih lomba rubik di Gramedia Expo beberapa bulan lalu dan sampai tadi belum saya baca sampai tuntas. Hehehe.
Buku yang hanya 158 halaman dengan tulisan yang tidak menyiksa mata (berjarak longgar dan banyak gambar)ini sangat sesuai untuk Anda yang sampai sekarang kesulitan untuk menuangkan barisan kata atau Anda yang berpikir bahwa menulis itu tidak ada gunanya. Kenapa saya katakan demikian adalah karena di buku ini berisi tentang alasan, cara, manfaat, sampai latihan menulispun disediakan.
Untuk apa sih repot- repot menulis, kalau hanya bercerita kan mulut juga bisa? Hmm.. Dengan cerita lewat lisan, mungkin hanya terbatas orang yang bisa mendengar cerita kita, kalaupun kita ingin semakin banyak yang mendengar, maka harus cerita lagi berulang- ulang, atau yang paling praktis dengan merekam cerita kita dan menyebarkannya. Sayangnya tidak semua orang punya keberanian yang cukup untk menyampaikan pendapatnya dengan lisan, tidak semua orang punya alat perekam. Untuk itu, menulis adalah jalan pintas nan murah agar cerita yang Anda lebih banyak diketahui orang. Saya pernah baca suatu kutipan entah dimana ‘Kalau Anda ingin mengetahui dunia, membacalah. Kalau Anda ingin dunia mengetahui Anda, menulislah.’.
Menulis itu tidak repot kok. Kalau ada yang bilang ide itu mahal harganya, salah besar. Ide itu bisa didapat dari mana saja, saya pernah menuliskannya disini. Ide untuk menulis ada dimana- mana, misalkan saja sedang melewati perempatan jalan yang ada lampu lalu lintasnya dan ada seseorang yang tetap saja melaju meski lampu berwarna merah.. Itu juga bisa dijadikan tulisan.:) Atau seperti yang dicontohkan di buku ini, tentang penulis yang menemukan ide ketika sedang mengajar di depan kelas dan ketika sedang bersama rekannya sesama dosen muda. Apa perlu membayar untuk ide itu? Tentu saja tidak.
Menulis juga banyak manfaatnya. Salahsatunya adalah memberi nutrisi pada otak, dengan menulis otak akan terbiasa berpikir bagaimana cara mengkomunikasikan tulisan dengan baik, tentunya hal ini bisa memperkaya bahasa, menajamkan pola berpikir, dan melatih kreatifitas. Menulis bisa meningkatkan nilai diri, karena ketrampilan ini membuat kita semakin rajin untuk meng-update ilmu yang sudah dimiliki. Menulis juga sebagai ajang meluapkan perasaan, sebagai aktualisasi diri, sebagai ajang rekreasi, dan ada pula yang menganggap bahwa dengan menulis bisa mendapatkan pendapatan. Nah.. Kalau ada manfaat yang lain, silahkan ditambah sendiri..
Banyak lagi informasi di buku ini terkait tulis menulis. Buku yang terbit pada September 2007, karya W. Nugroho ini layak untuk dimiliki.
Hmm.. Kalau yang ingin sekedar baca, berada di seputaran Surabaya dan ingin pinjam buku ini.. Silahkan, tapi wajib dikembalikan. Hehe
**Sumber gambar, langsung klik gambar
Jadi pengen pinter nulis kayak neng Tutus.
Mau pinjem bukunya berat di ongkos dek.
hehe..
pinteran bang Irfan lahh..
Wahh.. ya coba nyari disana Bang.
buku bagus ni, coba nyari yg udah punya ah. Kalau kudu ke Surabaya kan berabe juga
Heehehe.. iya bagus isinya. beruntung saya waktu itu, buku ini dijual di obralan, dan tinggal satu. Kayaknya emang buku ini nyari saya. haha
dengan menulis, apalagi jika tulisan kita di ekspose dan dapat diakses orang lain tentunya juga akan mengundang kritik dan komentar… disitulah nikmatnya menulis…
iya..
bisa memprovokasi orang.
terprovokasi niih sama tulisanya mbak tutus,nyari ahh mumpung liburan, hoho..saya makin senang nulis sejak pnya blog,walaupun tulisan saya trkesan ababil bgt..hehe..
Berlaku ga untuk di luar Surabaya, Denpasar… Dekat kan.??
Nampaknya, dirimu akan jadi Penulis menyaingi J.K Rolling, amiin…
jangan ah.. nagihnya sussah nanti kalau Gandi lupa.
aammiinnn *Tuhan, tolong kabulkan doa Gandi*..
Ga lupa tus, cuma mungkin baru kembali setelah 1 periode presiden alias 5 tahun, haha…
Amiiiinnn,,,, semoga tercapai,
gue kalah ya -___-”
gue sih baca’an kalo engga humor yah, yang santai2 aja.
tapi malah penasaran sih jadinya sama isi bukunya
Raccon : Tak apa, sebagai penyeimbang… Hidup ini harus “Having seriously Fun” atau “Having Fun Seriously”,
benar , menulis itu menyenangkan sekali..,
tulisan sangat menginspirasi dan memotivasi..
terimakasih telah berbagi..
Benar banget. Menulis merupakan salah satu cara untuk meluapkan perasaan. Seperti halnya di blogku yang isinya kebanyakan curhat melulu. Mungkin orang bete dan malas utk membacanya. Tapi bagi diriku pribadi ada semacam kepuasaan tlh menumpahkan segala uneg2 di hati
Wah ga ada tampilan kovernya kayak apa,
menulis memang nikmat. Apalagi buat aku yang susah cerita lisan
walaupun baru belajar….menulis mmg sangat mengasyikkan…..