Kemarin malam, pulang lagi ke Kertosono mengendarai motor tercinta. Di guyur hujan sepanjang jalan, membuat motor melaju sedikit lebih pelan. Karena lelah sudah membayang, sedikit- sedikit mengeluh tentang jalan yang bergelombang membuat motor saya hampir tergelincir, lubang di mana- mana tak terlihat karena tergenang air, belum lagi macet karena ada truk yang mendadak tak mau dijalankan di tengah jalan, ahh.. Sudah hampir 3 tahun saya melintasi jalan ini, kenapa tidak ada perubahan?
Kesal hati membuat tubuh saya semakin lelah, pikiran yang berkemelut membuat badan semakin tak bersemangat. Menyadari semua itu, saya menghentikan semua pikiran saya, menarik napas kemudian tersenyum. Pada saat- saat itu, entah darimana, saya mendengar lagu ini :
If you wanna make the world
a better place
Take a look at yourself and
then make a CHANGE
Yaa.. Lagu itu benar sekali. 3 tahun ini, adakah perubahan berarti yang saya buat? Padahal perubahan besarpun tentunya merupakan akumulasi dari adanya perubahan- perubahan kecil. Ya kan? Dan permulaan yang paling baik, adalah diri sendiri.
Secara tak sadar, sayapun mulai ikut menyanyikan lagu itu sepanjang sisa perjalanan. Lagu milik Michael Jackson dengan judul Man In the Mirror itu membuat saya menikmati sisa perjalanan. Seiring dengan kesal saya menghilang, mendadak langit berubah cerah dan hujan lenyap. Wahh..
Kalau ingin ikut pula bernyanyi, silahkan download disini. Sangat menginspirasi, bagi yang akan memulai hari..
I’m starting with the man in the mirror
I’m asking him to change his ways
And no message could have been any clearer
If you wanna make the world
a better place
Take a look at yourself and
then make a CHANGE
Di tempat saya, malah lebih para Mba Tuaffi, jalan provinsi tapi luar biasa, sama dengan ombak di laut banda. Kalau hujam lumpur, dan kalau kemarau debux minta ampun. saya kadang berpikir apakah ini jalan berlubang atau lubang berjalan …..
Salam kenal dan sukses selalu
Hahaha.. dimana itu? ngeri sekali, masak jalanan kayak ombbak laut Banda?
salam kenal..
Jalan provinsi yang menghubungkan pulau Muna dan Pulau Buton di Sulawesi Tenggara sejauh +/- 75 km.. Sekitar 3 tahun lalu saya pernah meleati jalan itu sampai Desember tahun lalu keadaannya bertambah parah. Kecepatan kendaraan kalau melewati jalan tersebut hanya 10 km/jam. Kalau mobil mungkin harus lebih pelan lagi. Sudah banyak korban yang berjatuhan.
hah? 10 km per jam?? ya mending jalan kaki kalau gitu. hehe parah banget berarti ya? tidak ada respon kah dari pemerintah setempat?
Rencananya dalam tahun ini juga selesai, itu baru janji. Maklum akan ada pemilihan Gubernur September nanti. Mending dijanjikan, masih banyak yang belum dijanji. heheh