Tags
cita- cita, dream, gagal, harapan, i have a dream, mimpi, Sukses
Belakangan ini, saya sering sekali menyanyikan lagu ini :
I have a dream, a fantasy
To help me through reality
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness still another mile
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I’ll cross the stream – I have a dream
I’ll cross the stream – I have a dream
Kenapa? Karena lagu ini membawakan kenangan tertentu dalam hidup saya, yang kemudian memompakan semangat yang luar biasa dahsyatnya. Tentu bisa ditebak, saya sedang butuh banyak sekali dorongan semangat belakangan ini. Sudahlah.. saya sedang tidak ingin curhat. Hehehe.. *lalu tulisan ini apa namanya, Tutus?*
Hmm.. Bicara tentang ‘I have a dream’, siapa si di dunia ini yang tidak mempunyai mimpi? Dari anak- anak hingga tua renta tentu saja masih mempunyai mimpi, harapan, atau apalah itu yang membuatnya masih ingin bertahan hidup 1, 2, 3 hari atau bahkan ribuan abad. Jadi bisa dikatakan semua manusia yang jantungnya masih berdetak, masih pula memiliki mimpi (bukan bunga tidur loh ya, tapi keinginan, atau bisa juga dibilang cita- cita lah).
Seringkali usia, tingkat pendidikan, latar belakang, dan cara memandang membatasi mimpi- mimpi kita. Coba saja tanyakan ada seorang anak kecil apa mimpinya, pasti akan sangat lantang menyebutkan astronot, polisi, dokter, atau apalah tanpa berpikir. Kemudian tanyakan pada seorang anak SMA, tentu saja ia akan berpikir dua kali untuk : mau jadi astronot? ‘sudah pasti tidak mungkin,’ polisi? ‘sudah tidak lagi mempunyai taring’, dokter? ‘aduh mana bisa, saingannya banyak, belum lagi biaya kuliah yang mahal’, dan berbagai alasan lainnya yang seolah masuk akal. Tanyakan lagi pada seorang yang baru saja mendapat gelar sarjananya, kebanyakan akan menjawab ‘ingin menjadi manusia yang berguna untuk sekitar’. Nah.. Terlihat bukan? ada sesuatu yang membatasi seseorang untuk bermimpi.
Sesuatu yang membatasi mimpi kita adalah kesadaran akan realitas yang mengungkung keberadaan kita. Kelemahan disana- sini yang justru dituruti, bukan ditakhlukan. Misalnya saja, seseorang kesulitan berhitung bukannya belajar menghitung tapi malah menghindar dari pelajaran berhitung, mengutuk pelajaran berhitung habis- habisan, mengeluh dengan kelemahan diri sendiri, hingga menyalahkan sang guru. Bukan berarti orang tidak boleh mempunyai kelemahan, sama sekali bukan begitu maksud saya, semoga bisa dimengerti.
Ilmu juga terkadang membatasi seseorang untuk bermimpi. Sisi buruk dari ilmu (menurut saya) adalah menciptakan ketakutan- ketakutan yang terkadang lebiih berbahaya dari apa yang ditakuti. Misalnya saja dulu saya kursus berenang, pertemuan pertama sampa entah ke berapa diajarkan teori, pemanasan, dan kewaspadaan- kewaspadaan tertentu yang cenderung menuntun saya untuk berpikir bahwa air dalam itu sangat berbahaya. Hasilnya, saya sangat takut dengan kolam renang. Sampai akhirnya diputuskan untuk berhenti kursus. Namun, apa yang saya takuti ternyata tidak terbukti. Saat saya bermain- main bersama teman- teman SD di kolam renang yang baru saja dikuras, tentu saja airnya terisi sedikti demi sedikit membuat saya tidak sadar bahwa lama kelamaan tinggi air jauh melebihi tinggi saya. Dan pada saat itulah saya bisa bereneng! Air dalam sama sekali tidak se-me-nakut-kan yang diajarkan.
Lagi- lagi, bukannya saya melarang seseorang untuk mempunyai ilmu, tapi alangkah baiknya ketika ilmu itu tidak menjadi benteng pelindung besarnya rasa takut kita.
Mari kita berpikir saja seperti anak- anak, lupakan semua keterbatasan yang sebenarnya hanyalah buah dari ketakutan kita akan kegagalan. Kegagalan bukan untuk ditakuti, justru dengan gagal lah kita tahu apa itu keberhasilan. Meskipun pada dasarnya gagal atau berhasil adalah manifestasi dari (lagi- lagi) pikiran kita sendiri karena memandang sesuatu hanya dari salahsatu sisi. Percaya sama saya ya?? *jawab iya!*
Ayo nyanyi lagii..
I have a dream, a fantasy
To help me through reality
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness still another mile
I’ll cross the stream – I have a dream
Iyaaaa saya setuju dengan tutus, keren juga lagunya,
Tapi bingung lagi di bagian ini,
“Lagi- lagi, bukannya saya melarang seseorang untuk mempunyai ilmu, tapi alangkah baiknya ketika ilmu itu tidak menjadi benteng pelindung besarnya rasa takut kita.”
setuju? wah terimakasih..
lagunya memang keren. hehe
Hmm.. ya intinya jangan sampai ilmu yang tinggi justru menjadi alasan kita untuk menakuti sesuatu hal.
Hmmm,,,, Baiklah, dimengerti,
Menghadapi, bukannya menghindari sesuatu yang kita takuti.
Pandangan yang bagus sekali, Tus.
sipp Om..
Semua orang pasti mempunyai impian tersendiri.
Maka dari itu berjuanglah sekuat tenaga, sampai impian itu tercapai.
Lagu di atas sepertinya, pernah dengar saya. Tapi lagunya siapa ya???
iya, harus senantiasa berjuang untuk meraih cita- cita..
lagu gubahan Sherina dan Westlife, kurangtau penyanyi aslinya siapa. hehe
Suka ma westlife ya
kok tau? *walah*
wah suka boy band juga ni
betul bgt, jangan makin tua, makin pesimis.
harusnya, makin dewasa, makin banyak opsi impian yg bisa kita pilih.
jangan takut utk bermimpi
setujuuu..
jangan takut bermimpi.
Ya iya dong
lagu ini selalu menjadi lagu wajib saya ketika memulai satu tantangan
’Il cross the stream – I have a dream “…..
siipp.. liriknya membangkitkan..
instropeksi buat diri sendiri. kadang saya selalu memikirkan resikonya terlebih dahulu di bandingkan dengan mencobanya terlebih dahulu. hasilnya rencana – rencana tersebut hanya terpendam di otak. pengen deh kembaii memakai cara berfikir anak – anak. yang penting lakuin aja dulu. resikonya liat ntar..
nice post
iya.. ini juga introspeksi buat saya.
terimakasih..
Ikut nyanyi I Have A Dream…
Saya juga suka satu lagi yaitu Flying Without Wings…
wah iya, saya juga suka lgu itu.
Ada pepatah yang mengatakan ” Orang sehat punya 1000 mimpi, tapi orang sakit cuma punya 1 mimpi” artinya apa? artinya selama kita masih bisa bergerak dengan leluasa, raihlah mimpi itu sampai kita mendapatkannya walau banyak rintangan yang harus dilalui.
siipp…
bagus sekali quote nya. 1 impian orang sakit ya = sembuh. Hehehe
Ilmu memang identik dengan ketakutan. Semakin banyak ilmunya seseorang semakin takut dia. Makanya kalau ada orang berilmu yang tidak takut sama alam akhirat, mungkin dia belum memahami benar-benar ilmu yang dia miliki. (Eh, kok komentarnya mengarah ke situ?)
Tapi, kalau soal keduniawian, perkembangan ilmu pengetahuan itu juga didasari oleh impian. Bayangkan saja, dulu pergi ke bulan itu hanya mimpi. Dengan mimpi itu, akhirnya ilmu pengetahuan dikembangkan untuk mewujudkan mimpi itu.
Kalau dari saya, Tus. Mimpi itu ada untuk dipenuhi, jadi hati-hatilah dalam bermimpi… Hehehehe…
Wahh.. bener! semakin tinggi ilmu seseorang, semakin ia takut terhadap Tuhannya. Tapi, sebenarnya saya tidak berniat membahas itu. hehe
setujuuu…
mimpi itu untuk dipenuhi, jadi hati- hati mau bermimpi.
sukses dengan mimpinya,
amiin..