aku membencimu!! teramat benci padamu!!

Kamu…. Kakak yang dulunya kubanggakan. Banyak hal yang berkesan saat saat bersama denganmu. Ingatkah saat aku menangis, kau yang menenangkanku. Kau yang membelaku, saat aku menghilangkan payung baru milik ibumu. Kau yang dengan tegar, tak menyalahkanku ketika hape yang kau beli belum sehari itu hilang karena ulahku. Kau yang mengajakku berlibur bersama teman- temanmu. Kau mengajariku cara berjalan menggunakan rok panjang yang sangat rapet mengunci kedua kakiku. Kau mengoreksi semua tulisan- tulisanku, yaa meskipun kau sendiripun tak bisa menulis sebaik tulisanku.. haha.. ku sanjung semua apa yang kau berikan padaku.. tapi tak kusangka semua berakhir sudah.

Kau tempatkan ego di ubun- ubun emosimu. Tak sedikitpun jurang penyesalan ada dihatimu. Hanya karena setitik kesalahanku. Rekaman kejadian tadi pagi masih terputar ulang dikepalaku.

“Mbak ta.. ayo melu aku ae. Timbang nganggur neng kene.” Kataku padamu. (“mbak ta ayo ikut aku aja, daripada gag ada kerjaan dirumah”)

“gag ah.. males!” jawabmu.

“Tus, awakmu numpak o sepeda pancal ae yaa.. mas agus repot.” Sahut masku. (“Tus kamu naek sepeda angin aja yaa.. mas agus repot.”)

“lha timbang aku kepanasen, tak bareng koncoku ae yaa?” jawabku (“lha daripada aku kepanasan, mending aku bareng temenku aja yaa?)

“yowes, karepmu.” (yasudah, terserah.”)

Kau diam.

Aku sudah mengajakmu sejak awal. Tapi kau sendiri yang bilang tak mau, berarti aku seharusnya gag bersalah kan??. Lantas kenapa??? Kenapa kau menangis? Kenapa kau mengadu pada mereka? Kalaupun tidak, kenapa mereka marah padaku? Dimana letak salahku?

Kalau kau bisu padaku, bagaimana caraku tau?? Kalaupun aku salah tegurlah aku sejak awal. Kau kakakku, aku menghormatimu.

Sore tadi kau menagis didepanku, yang kau tahu aku sedang tidur waktu itu. Kau bilang pada semua orang bahwa kau hendak pulang sore ini, semua memohon padamu, untuk melupakan salahku, dan menunda pulangmu hingga esok pagi. Tapi kau tetap tak bergeming. Kau kemasi semua barangmu, kau minta pulang sore ini. Aku berteriak dalam pejaman mataku, kenapa kau se egois ini?? Tidakkah kau bisa melihat semua permasalahan dari sisiku.

Belum ada seminggu perang besar telah terjadi diantara keluarga kita. Dan kau tahu? Aku korbannya!! Akupun hanya diam, di salahkan. Sejak berangkat kau bilang padaku, apapun yang terjadi, tidak seorangpun diantara kita yang boleh mengadu keorangtua masing- masing, agar tak ada lagi permusuhan. Karena kita adalah pesan perdamaian, tapi apa yang kau lakukan?? Kau telah menyulut pertikaian!

Sekuat tenaga aku hanya bungkam. Berkali- kali mereka bilang padaku “kau saudara muda, mengalahlah. Turuti saja apa yang dia mau. Jangan mengadu dengan orangtuamu, agar masalah tidak bertambah besar, jangan mengadu pada nenekmu, jangan membuat beliau kepikiran untuk masalah sepele.”

Yaa sementara kau puas menangis mengadu pada orangtuamu tentang masalahmu hingga kau bisa sampe rumah dalam malam selarut ini. Aku harus mengeringkan airmataku, melukiskan senyum kebohongan pada orangtuaku bahwa aku pulang malam ini karena aku tak ingin pulang besok, itu saja. Bagaimana aku harus mengarang cerita cerita indah disana, untuk menyenangkan hati mereka. Sementara hatiku menjerit. Tidakkah kau bisa memahamiku? Memahami perasaanku?

Hingga larut malam aku masih berpikir bagaimana kau bisa se kaku itu? Sebesar apa kesalahanku padamu? Apa begitu berhargakah ego mu, hingga permintamaafanpun tak ada harganya bagimu?

Sampe kini aku masih bisu padamu. Maaf dan senyumkupun beku untukmu. Kali ini hanya api amarah dan dendam yang membara. Yang tak kan mudah padam oleh limpahan permintaanmaaf dan airmata.

Kau buat lidahku kelu, berbisikpun aku tak mampu. Namun jemariku masih mampu berteriak. Meneriakkan suara hatiku. Bahwa aku teramat membencimu!!!!

Sampe kemarin aku masih hormat padamu, tapi tidak kali ini. Aku sangat membencimu!!

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s