dewi kata vs dewa nada

Suatu hari yang cerah. Dewi kata pemilik kerajaan kata berbunga- bunga hatinya. Entah apa yang membuatnya begitu senang, sementara selama ini masalah menghujani hari- harinya. Ia baru menyadari bahwa disana… dewa nada, pemilik kerajaan nada, ternyata membutuhkannya. Yaa…meski lagi- lagi ia membatalkan janjinya pada sang dewi untuk datang di kerajaan kata, weekend ini.

Hape sang dewi berbunyi, tanda satu pesan masuk pada inboxnya. “Selamat anda mendapatkan bonus bicara 15 menit…..bla bla bla..” begitu girang sang dewi membaca pesan itu dari sebuah nama label perusahaan telekomunikasi ternama.

“Mau ku telp?” sebuah pesan singkat dikirim untuk dewa nada. Beberapa menit dewi menunggu tak ada tanda- tanda bahwa pesan itu telah terkirim. Bosan menunggu sang dewi mengirim sebuah pesan yang sama, ke nomor yang sama pula. Seperti sebelumnya, pesan juga belum terkirim. Akhirnya sang dewi memutuskan untuk langsung menghubunginya. Karena masih ragu.. belum sempat telepon itu diangkat, sang dewi memutusnya.

Beberapa menit kemudian sebuah pesan diterima. Intinya “Masih dijalan, mendesak t?”. airmata sang dewi luluh. “Hanya ini jawabannya” pikirnya. Ia kirim lagi sebuah pesan “Owh gag. Gpp, q Cuma ngabisin bonus aja. Kpn2 bisa. Maaf ganggu”. Singkat waktu, sebuah pesan pendek masuk “Ywd kalo gitu. G ganggu koq.”

Sang dewi menunduk, ia sorang dewi kata. Ia merajai kata- kata, ia terlalu sensitive dengan kata- kata macam itu.

Hari sebelumnya sang dewa mengirim sebuah pesan penutup yang menyayat hatinya “Ya..ini q lagi ditungguin buat ngerjain tugas kelompok. Tapi ku sempetin sms kamu.” Dewi hanya diam mengelus dada, “Layakkah pesan ini ku baca.” Batinnya. “Ya sudahlah.. lupakan saja.” ucap sang dewi, sambil berusaha memejamkan mata.

Sang dewi dirundung duka, kata- kata itupun sirna, tak lagi mampu mengungkap luka dalam bahasa.

“Bisakah ada waktu untukku? Waktu yang bukan berada disela- sela rutinitasmu. Waktu yang bukan kau sediakan hanya untuk kebutuhanku yang mendesak. Tunjukkan padaku bahwa aku berharga bagimu”

Kerajaan kita, nada dan kata_____________

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s