over adapted (??)

beberapa hari ini kepikiran dengan seorang teman yang telah lama aku kehilangan senyumnya. rasanya ini terlalu asing bagiku, ketika aku menyadari bahw ia bukan ‘dia’ yang ku kenal dulu. mungkin seseorang akan begitu cepat beradaptasi, apalagi dengan cinta.. haha..

masih ku ingat saat pertama aku mengenalnya. waktu itu hari senin, hari pertama kuliah, mata kuliah agama, di 312. tempat duduknya disebelahku, kebetulan dia gag bawa kertas, terus dia minta aku.  ‘boleh minta kertasku, tapi sebutin sapa namamu’ kataku sambil mengulurkan tangan.. dia jawab namanya.. dan aku mulai kenal sama dia.

sejak saat itu aku mulai kagum sama dia. banyak hal- hal yang dia punya, sementara aku nggag. dia mandiri sangat, loyal, baek, agak cerewet dikit si kadang (haha), kemanapun kalo dia bisa sendiri dia lakuin sendiri. itu yang buat aku salut.

kembali lagi ke topik awal, aku mulai kehilangan dia. dia menjadi salah satu pengamatan ‘percobaanku’ sebenarnya (hehe..). aku mengamati banyak orang yang beradaptasi berlebihan terhadap sesuatu yang bernama ‘cinta’. hipotesisku selama ini ‘cewek yang punya cowok (pacar) satu kampus ato sekolah lah, pasti sussah punya temen’. dan ternyata terbukti padanya (juga beberapa teman yang lain).

ku anggap proses itu sebagai bentuk penyesuaian diri, tapi bukankah itu terlalu berlebihan, jika kita menggantungkan suasana hati kepada seseorang?? bayangin aja, pas cowoknya ada dimana gitu, dia bingung kayak kebakaran jenggot, sementara siapa tau cowoknya lagi seneng2. ya kan?? aku juga ngerasa mungkin aku gitu juga, kalo misal dari pertama pacaran udah kemana- mana berdua, untungnya TIDAK.

sering baca si, kalo suatu hubungan udah saling bergantung satu dengan yang lain, hubungan itu udah gag sehat. malah cewek yang udah ‘gampang’ di dapat gitu, justru lebih mbosenin daripada cewek yang mandiri, yang tak pernah bergantung dengan pasangannya.

belakangan ini, kalo lagi buka fb, mesti ketemu sama status temenku itu, dan seluruhnya adalah tentang cinta, ato tentang kebahagiaan, cobaan, pacar ato apalah. kadang sering ngerasa ‘eneg’ . aku selalu berusaha memahami, mungkin aku juga gitu suatu saat, tapi aku berharap jangan sampelah. aku gag mau kayak gitu.

foto di fb juga dipasang berdua, status berhubungan diganti dengan ‘menikah dengan….’, semuanya nama2 email dan apapun diganti dengan inisial mereka berdua. bagaimana dengan privasi?? bagaimana dengan hak menyenangkan diri sendiri?? kalo bisa dibilang iri, mungkin ‘ya’ tapi kadang juga GAG! aku gag mau hidup terjajah gitu. kalo bisa malah aku berharap, gag ada yang tau kalo aku punya pacar. itu kehidupan pribadiku, gag semua orang berhak tau.

aku cuma berharap, semoga hubungan mereka tetep baek2 aja. tak apalah aku kehilangan dia, tapi jangan sampe dia kehilangan dirinya sendiri, jangan sampe adaptasinya berlebihan hingga ia lupa diapun berhak atas hidupnya.

semoga…

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s