titik balik**

3 juni 2010..

selesai praktikum kimia. langsung berhadapan dengan keribetan masing2. aku hendak menuju ke tempat pendaftaran STAN. tak usah di ingat lagi lah kisah pedih rabu lalu, tentang kesialan yang datang bertubi- tubi.

dimulai dengan tancap gas kerumah artika, cetak foto, bayar usm, fotocopy, kesasar dijalan, ambil nomor antrian, menungguuuuuuuu.. dan kemudiann… ini dia kisah lebih lengkapnyaa saat menunggu.. ^^

aku memang bukan orang yang suka menunggu, tapi aku suka mengamati. dan tempat antrian pendaftaran STAN itulah tempat mengamati yang amat kompleks bagiku. dari situ aku tahu, betapa semua orang punya kebutuhan yang mutlak, yaitu : mewujudkan suatu mimpi.

mimpi bejibun orang disitu cuma satu, ‘MASUK STAN’. mereka ndag peduli rasio antara yang daftar dan yang beruntung menmbus masuk, mereka hanya yakin saat ini harus berusaha apalah hasilnya nanti pasrah saja pada Tuhan.

ada yang duduk sendiri sambil memegang erat map dan nomor antrian ditangan. ada yang gelisah dengan mondar- mandir dan tubuh penuh peluh. ada yang santai saja bercanda dengan teman sebaya atau mungkin kekasih tercinta. ada juga yang minum sebotol minuman ditemani ibu atau bapak. ada juga yang merokok sambil ketawa- ketiwi tak peduli. semuanya punya satu keyakinan :  ‘akulah salah satu orang yang beruntung itu, yang nantinya bisa bilang alhamdulillah pas liat hasil ujian.’. tanpa disadari akupun berpikir demikian.

oopppsss… kata terakhir diatas tampaknya perlu ku-ulang : tanpa disadari akupun berpikir demikian. yaa.. aku telah benar menulisnya. maksudnya pun sudah jelas : aku juga turut ingin diterima disana, diantara orang- orang yang beruntung disana.

entah kenapa impian ke Jerman, ilmuan, dan sebagainya, mendadak luluh, ketika aku dihadapkan pada sebuah perjuanganku selama ini. mungkin belum seberapa dibandingkan yang lain, mungkin juga belum pantas dibilang perjuangan, tapi aku telah bersusahpayah hingga akhirnya aku berada dititik ini. titik balik ini.

apapun akhir dari cerita ini, entah itu indah atau tidak, aku selalu percaya : Tuhan selalu merencanakan yang terbaik untuk ku. aku percaya akan itu.

dan di titik balik ini, aku menyadari bahwa rencana apapun yang telah kita rencanakan itu, rencana TUHAN lah yang terindah.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s