petualangan hati

4 juni 2010.. keanehan menyergapku. lagi- lagi membuatku berhenti untuk bernafas, dan mencoba menelusuri lorong- lorong hatiku yang telah lama tak kuperiksa ulang.

lorong hatiku mungkin telah terinfeksi berbagai virus, hingga membuka berbagai pintu penyakit yang mulanya telah kututup rapat. petulanganku di lorong hati sebentar lagi akan kumulai.. beginilah kisahnya…

” Pilu seperti tersayat sembilu. Ada luka begitu perih namun tak bisa kuraba. Aku sedih, aku terluka, entah mengapa. mungkinkah karena aku merasa menyakiti orang lain?? atau justru luka karna melihat orang lain merasa lebih bahagia dari yang kurasa?? yang jelas, ku tak merasa dilukai siapapun, ini yang biasa kusebut penyakit hati.

sebuah gembok besar tergeletak didepan sebuah pintu kecil. diatas pintu itu, tertulis logo besar2 ‘JANGAN DIBUKA!! DANGER!!’. aku mengendap- endap masuk kedalam. aku perlu menunduk, karena pintu itu memang sengaja dibuat kecil. ketakutan menyergapku, mataku tak mampu menangkap apapun, karena memang begitu gelap. pintu yang kumasuki ini adalah pintu tempat kusimpan berbagai macam penyakit hati.

tak biasanya pintu ini terbuka dengan sendirinya. ku yakin seseorang telah masuk kedalamnya. dan mencoba memporak- porandakan isinya.

“Heeeeiiii!! siapa kau??” tanyaku..

“..” tak ada jawaban. hanya keheningan.

aku kembali melangkah. meski tak tau arah.. meski tak tau apapun.. aku tetap melangkah.

“siapa kau?? tunjukkan parasmu!! aku tau, kau hendak merusak hatiku, membelokkan akal sehatku. keluar kauuu!!!!” teriakku

“..” tiada balas.

“seberapa keras kau akan bertahan dalam kepengecutanmu?? seberapa lama kau akan bertahan?? aku tahu sekuat apapun kau tak akan mampu kalahkanku.” ucapku mantap. dan lgi- lagi jawabnya adalah keheningan.

“aku tahu.. tutus bukan orang yang tak punya prinsip. tutus juga bukan orang yang lemah. tutus bukan orang yang gampang putus asa. tutus bukan orang yang mudah diperdaya. tutus bukan orang yang tak ber-ego tinggi memang, tapi tutus punya kelembutan hati dibaliknya. tutus bukan orang yang menyesali apa yang telah menjadi keputusannya.  tutus takkan bertahan disituasi ini selamanya. tutus akan keluar dari rasa sakit ini. tutus akan mampu menutup pintu penyakit ini!!!” lanjutku.

di sudut kegelapan, perlahan terdapat sebuah sinar yang mulanya redup menjadi terang, dn kemudian begitu menyilaukan. hingga membuatku mundur beberapa langkah secara paksa.

terus mundur hingga aku menyadari aku telah berada diluar ruangan menakutkan itu. sesuatu mendorong pintu itu keras- keras.. suara berdebam menggema di telingaku. setelah aku mampu melihat dengan normal.. kusaksikan pintu itu tertutup rapat kembali dengan gembok besar yang mengunci pintunya.

aku lega.. aku telah menutup pintunya. akan kupastikan, tak ada seorangpun yang berhasil membukanya.”

petualanganku berakhir sudah. hatiku lega sudah.. tak akan lagi kupanggil kembali rasa sakit itu. biar kubuang jauh- jauh, ku simpan rapat- rapat ditempat gelap itu.

aku enggan menyakiti orang lain. ku juga enggan menyakiti diriku sendiri..

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s