ex – friend

10 06 2010

aku benci hari ini. aku benci merasa diasingkan. aku benci!!!

aku salah apaA?? coba de bilang!

selama ini ku terima apapun dari mereka. yaa.. apapun itu. aku seolah tak peduli, ketika mereka hanya datang padaku saat butuh tumpangan untuk pulang. mereka datang padaku saat butuh seseorang untuk diajak pergi kemana- mana. aku tak pernah peduli meski aku merasa dimanfaatkan, semua hanya ku anggab sebagai bentuk bahwa aku peduli terhadap mereka. aku pengen nyenengin mereka, dan diriku sendiri, meskipun itu harus dibayar dengan begitu mahal : sebuah pengorbanan.

beberapa hari ini sering mikir, apa aku punya salah? sampe begitu jahat mereka lakukan ini terhadapku. aku benci perasaan ini.

dari aku SD aku sudah janji, gag akan ada lagi seseorang yang kusebut dengan ‘sahabat’, karena aku pernah disakiti atas nama persahabatan. sejak saat itu, siapapun yang dekat denganku hanyalah ‘teman’ gag ada lebih. tapi beberapa bulan yang lalu, aku mikir sebaliknya. mungkin kali ini temen2ku layak mendapat jabatan agung itu. tapi ternyata?? keliru!! gag ada seorangpun yang pantas atas nama itu memang.

bapak pernah bilang kurang lebih gini ‘dimana orang merasa nyaman, disana orang akan tinggal’. dari kata- kata itu bapak ngasih penjelasan supaya aku jadi orang yang bisa buat orang lain nyaman didekatku, tapi harus tetap menjaga prinsip2 pribadi. jangan sampe demi membuat oranglain nyaman, terus aku jadi orang yang bukan aku sendiri. bapak juga ngasihtau kalo udah oranglain gag nyaman sama aku, yasudah biarin aja pergi, ntar pasti Allah ngasih ganti teman yang jauh lebih baik. dan aku percaya sama bapak.

susah memang jika secara paksa aku harus merusak berbagai warna indah yang sempat tertuang di saat kebersamaanku dengan mereka. susah memang jika aku menarik diri dari peradaban yang sempat kami buat. tapi, mereka yang memaksa aku melakukan demikian. aku tak mungkin tetap bertahan dengan suasana seperti ini. aku juga enggan menunggu warna itu luntur oleh warna- warna indah ‘pertemanan’ yang lain, karena itu akan lama dan terlampau sakit untuk menunggu.

dari sebulan yang lalu aku sudah merencanakan sebuah hadiah besar untuk mereka, sebuah pengabadian kisahku dengan mereka, sebuah cerita tentang betapa berharganya setahun ini terlewat dengan mereka, sebuah buku berjudul ‘my precious friend’. tapi semuanya hancur sudah. rasa ini tak bisa dibohongi, begitu sakit.

aku harus menerima, lagi- lagi aku kehilangan teman terbaik. tapi tak apalah.. ini perjalanan hidup yang harus kulewati. mungkin akan sangat mustahil menulis kisah indah tentang kebersamaanku dengan mereka lagi.

meski ini seperti tertikam rasa sakit yang teramat. baiklah, untuk kali ini mereka memaksaku mengikuti jalanku sendiri.

—-aku letih bertahan, ijnkan sekali ini aku menghindar—

5 thoughts on “ex – friend

  1. Pingback: teman?? #part : 2 « Tuaffi’s Weblog

  2. Hmmm… itulah ujian seorang sahabat. Meskipun kita berusaha menjadi sahabat baik untuk mereka belum tentu mereka menjadi sahabat terbaik kita…

    Kita tidak bisa memaksakan kehendak pada seseorang meskipun ia adalah sahabat kita… ^^/

    Keep berjuang menjadi sahabat terbaik… ^^/

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s