cinta?? cinta?? #part : 2

belakangan ini kembali terpikir tentang arti ‘cinta’. hmm.. memang 5 huruf itu tak mudah terjabar oleh kata- kata. tapi, kali ini aku benar- benar memakai kacamata yang sama sekali berbeda. entahlaa.. ini sungguh berbeda dengan pandanganku pada cinta?? cinta??, atau mungkin hampir samalah atau entahlaah.

^&^

kumulai dari sebuah keindahan, seperti indahnya musim dingin yang bertabur salju (meski aku tak tau seperti apa salju itu), seperti indahnya kobaran api yang tersemat bara. saat pertama aku melihatnya ingin rasanya menggenggamnya erat dan mungkin tak kan ku lepas. sejenak terpikir, adakah yang lebih berkilau daripada bara pada nyala api yang berkobar?? atau adakah kesucian yang melebihi putihnya salju??

perlahan kudekati.. kesuciannya membuatku melangkah semakin pasti, kurasakan ketika tubuhku dijalari rasa dingin yang menusuk dari tulang belakang hingga rusuk. aku acuh, pura- pura tak peduli. dingin tak pernah matikan asaku, tak juga bunuh rasaku.

semakin mendekat.. ku lawan badai yang perlahan menerjang. dan aku merasakan.. aku dibawah guyuran salju, aku berada diantaranya.

aku bertarung melawan badai sekarang. ku genggam kesucian itu.. dingin semakin menusuk..dan akhirnya tubuhku , tangan, kakiku, tak mampu beranjak. aku merasa kedinginan yang teramat, tapi aku tak mampu pergi. meski rasaku tlah mati. kucoba menikmatinya, aku bukan berahan, tapi memang tak bisa menghindar.

aku berada ditempat yang berbeda. kulihat merah yang berkilauan, indahnya bukan permata, ia adalah bara. dilingkupi api yang bekobar, menyala, panas, membakar. hal yang sama kulakukan. aku mendekat. panas mengulitiku. tapi tak ada yang mampu takhlukan rasaku. aku melaju..

bara kugenggam, perlahan tanganku melepuh. sakit, perih, panas yang teramat. rasaku masih mampu bertahan.

api padam. bara menghilang, abu kugenggam.

airmataku meleleh…

^&^

arti dari tulisan tuh sebenernya sederhana koq. ada sesuatu yang tampak indah dari kejauhan, kemudian ku tertarik dan berkeinginan memiliki. keinginan untuk memilikinya jauh lebih besar daripada rasa sakit ketika memperjuangkannya. meski teramat menyakitkan aku tak kuasa menghindar. lama ku genggam, ia lantas menghilang. meninggalkan bekas luka yang teramat. rasa sakit ketika memperjuangkan sama seperti rasa sakit ketika kehilangan ternyata. dan itulah yang kusebut dengan cintaaaa…

*uwhh… mungkin aku menuliskannya terlalu berlebihan.*

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s