sebuah kisah di negeri langit

Ada yang pernah membayangkan bagaimana semua elemen langit tercipta?? Ahh.. Tentu tak perlu dibayangkan, semuanya cukup terwakili dengan teori bigbang, ledakan hebat oleh sebuah benda yang bervolume mendekati nol, tapi mempunyai kepadatan tak berhingga.

Tapppiiii.. siapa sangka ternyata ada satu kisah yang lain. Sebuah kisah dari imajiku. Sebuah pendekatan, sebuah analogi atas apa yang kualami.. Sebuah kisah di negeri langit.

Bermula dari pangeran Matahari dan putri Bulan. Merajut kisah di kehampaan langit. Merajut benang- benang rasa, yang kemudian mereka artikan itu cinta. Berporos satusama lain, bisakah kau bayangkan keindahan itu??

Tapi ada kekuatan yang lebih hebat dari cinta mereka. Entah apa yang salah dari keduanya, hingga akhirnya kebersamaan mereka terpisah, dan menjadikan Putri Bulan punya poros yang lain. Pangeran Bumi.

Bulan yang tadinya indah. Mendadak menjadi temaram. Hari berlalu, dan tak ada yang bisa dilakukan Pangeran Bumi, kecuali tetap membiarkan putri Bulan berporos pada Matahari. Dan jadilah.. Bumi dan Bulan bersama mengellilingi Matahari.

Bulan hanya bisa terlihat terang jika mendapat cinta matahari. Sinar cinta itulah yang membuat Bulan menjadi dewi di gelapnya malam. Bersanding dengan peri- peri kecil yang biasa disebut bintang.

Sayangnya.. Bumi tak pernah membiarkan bulan menjumpa matahari. Bumi hanya rela, Bulan mendapat sinar Matahari, tapi bukan dengan bertemu, apalagi merajut kembali kisah indah mereka.

Lihat saja ketika bulan dan matahari bertemu.. Bumi akan gelap pada satu titik, itupun hanya beberapa detik. Yang biasa di sebut gerhana matahari. Kebersamaan yang begitu singkat, yang selalu menjadikan sakit Bulan, Matahari, dan Bumi.

Atau ketika Bumi menghalangi sinar matahari ke bulan. Yaahh.. Gerhana Bulan. Bulan akan tiba2 menghilang. Lenyap, tak ada lagi dewi malam.

Bulan dan Matahari, memang tak pernah bertemu. Tapi Bulan hanya ada karena sinar cinta Matahari dan Matahari juga menjadi lengkap karena Bulan tetap ada disekitarnya.

Memang tak pernah bersama.. Memang cinta tak harus bersama bukan??

2 thoughts on “sebuah kisah di negeri langit

  1. matahari…perumpamaan yg tepat,
    matahari besar dan bodoh..
    begitu besar cinta yg dberikan tp tu tak berarti apa2 ktika bumi membelakangi matahari, bulan akan terlihat cantik d malam hari bkn d siang hari dan
    siapa yg menikmati indahx bulan??yah,,bumi..

    bahkan tidak ada kata2 maaf atau penyesalan dr putri bulan kpd sang matahari di kisah ini

    matahari yg malang…smpai kapan kamu diam melihat kisah demi kisah antra bumi dan bulan??
    jika terus bgni suatu saat matahri akan mati karena badai matahari itu sendiri🙂

    stupid sun

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s