teman??

Lagi- lagi ditusuk perasaan kecewa. Entah.. Tapi aku enggan sekali memikirkan hal ini. Hanya akan sakit hati. Dan dari buku ‘the magic of thinking big’ bilang kalo orang penting tidak akan membahas hal yang tidak penting. Jadi cukup sudah. Cukup sudah.

Jadi pengen ngerti, apa si TEMAN itu sebenernya. Nah setelah searching di google nemu ini nih.

‘Seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi… menerima diri kita apa adanya…’ (http://www.wonosari.com/coerhat-f33/arti-seorang-teman–t3979.htm)

‘Seorang teman adalah seseorang yang dapat memahami perasaanmu tanpa kamu ucapkan
seseorang yang dekat denganmu dan selalu memaafkanmu
seseorang yang selalu membesarkan hati dan tidak pernah membuatmu merasa kecil’ (http://secaragituloch.wordpress.com/2007/01/10/arti-teman/)

Itu sii baru 2, masih banyak yang lain laahh.. Silahkan nyarii sendiri.😀

Bu Filsafat bilang kalo cara kita menerima pengetahuan adalah tergantung beberapa hal, yang aku ingat sii gini : dimulai dari indra, diproses di otak berdasarkan informasi yang sudah ada, pengalaman atau latar belakang, harapan, dll laah. Jadi aku mau cerita dulu nih, sebelum akhirnya ku kasih tau apa itu TEMAN menurutku.

Sering ada orang datang dan pergi dalam hidupku semuanya adalah teman. Aku bukan tipe- tipe pemilih sii. Sama sapa aja aku cocok ajah. Aku malah sering nyari- nyari kenalan kalo pas lagi duduk sendirian di stasiun, di bis, di kereta, dimana ajalah. Emang aku males diem.

Ada banyak teman yang kemudian dekat. Kalo orang lain sii bisa bilang ‘sahabat’ tapi gag buat aku. Entah.. aku benci dengan kata- kata itu. Gag ada seorangpun yang akan bisa menempati posisi itu di hidupku (kurasa.). Yaa.. aku bisa memaklumi sii. Aku memang orang seperti ini, punya banyak sekali kekurangan, yang meski aku sadari, tapi tak pernah berusaha untuk merubahnya.

Cerita lagi tentang orang yang kemudian dekat. Yang kemudian semakin lama, aku beradaptasi. Yaa.. meski dengan keterbatasanku. Dengan sifatku dan sifat orang lain yang jelas berbeda. Hingga suatu saat aku menjadi tergantung dengan keberadaannya. Yang meski disakiti, tapi tetap berusaha untuk memahami. Ahh.. Bodohnya.

Hingga suatu saat tersadar. Bahwa selama ini rasa sakitku telah tertanam kian dalam. Hingga terlalu sulit untuk menghapusnya. Andai saja luka itu hanya robek, yang bisa dijahit dan kemudian diberi salep penumbuh jaringan, kemudian dibiarkan mengering. Yang meski membekas lama, tapi tak terasa. Ini bukan seperti luka itu. Rasa ini seperti luka yang semakin berusaha disembuhkan adalah samadengan membuat penyakitnya bertambah kebal. Bisa terbayangkan? Aku saja tak tahu seperti apa rasanya. haha

Dan berakhir dengan lebih baik aku menghilang. Daripada semakin lama semakin dibuat benar2 hilang. Aku benci dengan kepura- puraan. Aku benci. Katakan ‘iya’ bila memang ‘iya’. Karena aku benar- benar tidak mengerti untuk kata ‘iya’ yang berarti ‘tidak’. Aku gag ngerti.

Memang sii.. Kenangan selama ini cukup menyenangkan. Iya memang, mereka salahsatu yang membuat hari2ku cukup menyenngkan. Memang. Sering sekali mereka menjadi pelarian atas sakit yang lain. Memang mereka sangat berharga. Memang.. Memang..

Ahh.. Sudahlah. Balik lagi masalah apa itu arti TEMAN. Daripada dilumuri madu tapi tersemat sengat yang menyakitkan, aku realistis sajalaaahh. Teman adalah manusia biasa juga. Kadang baik, kadang tidak. Kadang menyenangkan, kadang juga tidak. Yaahh.. Teman adalah sama seperti diriku, punya kelebihan, juga punya kekurangan. Dan selalu ingin diterima sebagaimana adanya.

Aku bukan tidakmau berteman, bukan. Aku hanya berusaha untuk hanya bergantung pada Allah(tentu saja), juga bergantung pada kekuatanku sendiri. Aku samasekali tidak mau disakiti lagi. Cukup kemarin- kemarin, dan hari ini. CUKUP!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

2 thoughts on “teman??

  1. udah dari duLu mang pengaLaman tuh guru.nya guru..
    mungkin amu baru merasakannya sekarang.. tapi jangan buat tu jadi momok untuk berputus asa,, masa depan.mu masih panjang tee..
    .. qw cuman berpesan kaLau teman ttu penting sangat penting bot segaLa sisi ,, terima pesan ini jika mang benar pesan ini akan menjadi pesan terakhir yang amu terima dari qw..
    ma”ph.. makasih untuk semua masa” indah : )

    • siapa yang berputus asa? gag lah.. aku gag pernah punya pikiran buat berputus asa meraih impian di jalan yang terbentang teramat lebar.

      Oke.. Teman itu penting. Tapi banyak yang lebih penting daripada itu. Salahsatunya adalah : merasa bahagia dan merdeka. Dan itu aku dapatkan, saat tidak terikat dengan siapapun. Tidak tersakiti dengan siapapun.

      Aku juga sudah bilang, ‘aku bukan tidak ingin berteman, bukan.’

      Terimakasih sarannya.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s