sebuah kisah di taman langit

Jadi, terpikir sebuah kisah tentang Pohon, Daun, dan Angin.

Sebuah Pohon tumbuh, yaa.. Seperti umumnya pohon- pohon yang lain. Mulanya, hanya dengan satu helai daun, kemudian lambat laun kian rimbun. Semakin banyak daun yang menaungi Pohon. Membuat Pohon tak pernah hidup berkelaparan. Karena asupannya sudah terpenuhi dengan adanya daun- daun yang memasakkan makanan untuknya.

Daun, hidup pada Pohon, berkembang dan tergantung pada Pohon, oleh karenanya Daun bisa mati tanpa Pohon. Daun bukan seperti daun- daun pada umumnya. Daun berbeda. Sering ia merasa iri pada daun- daun yang lain jika ia merasa Pohon tak lagi ramah menyapanya. Meski sering akhirnya berusaha mentolerir jika memang keadaannya Daun harus dikesampingkan demi daun- daun yang lain yang sebenarnya berfungsi sama : mengembangkan si Pohon.

Angin, merupakan sang pengembara. Dia bisa pergi kemanapun bersama  musim yang membawanya. Datang, singgah sejenak, dan bisa juga pergi secepat kilat, bahkan sebelum siapapun sempat menyadari kedatangannya.

Suatu hari di pagi yang indah, udara segar, begitu sejuk. Berhembus angin semilir. Yang mempertemukan Angin dan Daun pada sebuah percakapan.

  • Angin : Tak inginkah kamu pergi? Sekedar berlari dari sini? Dari rutinitasmu sehari- hari?
  • Daun : Tentu saja tidak. Aku hidup disini, sekalipun.. tak akan pergi dari sini.
  • Angin : Bukankah sangat membosankan?
  • Daun : Itu hanya karena kamu belum merasakannya? Indahnya hidup ketika ada yang mengharapkan, indahnya hidup jika saling membutuhkan.
  • Angin : Apa Pohon masih mengharapkanmu? Bukankah masih ada ratusan daun sejenis di Pohon ini, mungkin kehilangan satu saja, tak berarti apa- apa. Lagipula, kurasa aku lebih membutuhkan teman.
  • Daun : Kalau menurutmu begitu, kenapa tak kamu ajak satu, dari jutaan daun serupa di seluruh belahan dunia ? Karena pada kenyataannya, aku tak akan mau meninggalkan Pohon.
  • Angin : Hmm.. (Angin berpikir sejenak..) Mungkin karena kamu lebih menarik dari jutaan daun lain di jagat-raya ini.
  • Daun terdiam..

Percakapanpun terhenti. Musim membawa Angin pergi. Entah kemana.

Pohon tumbuh kian besar. Semakin rimbun. Daun masih setia menemaninya, meski kali ini posisinya sudah teralihkan dengan banyak daun- daun muda yang tumbuh subur mempercantik sang Pohon. Daun mulai menua, mungkin karena letaknya yang terlalu dalam tertutupi oleh dedaunan yang lain.

Musim berganti, Angin datang kembali. Menyapa sang Daun, lagiii.

  • Angin : Dauunnn.. Aku hampir tak bisa menemukanmu. Dedaunan lain mulai menggeser posisimu di Pohon ini. Hmm.. Coba lihat dirimu. Mulai menua, mungkin karena mentari bahkan tak mampu menyapamu.
  • Daun : Mungkin iya.
  • Angin : Maukah berubah pikiran? Ikut denganku, membagi hidupmu denganku?
  • Daun : …. (Hanya diam..)
  • Angin : Kenapa? Bukankah Pohon sudah melupakanmu? Bukankah sudah banyak yang mampu menghidupi Pohon? Dia sudah tidak membutuhkanmu. Aku membutuhkanmu.
  • Daun : (Setelah berpikir lama..) Kurasa memang lebih baik begitu.

Angin kemudian berhembus begitu kencang. Membuat Daun terlepas dari ranting sang Pohon. Daun sakit, begitupun apa yang dirasa sang Pohon (mungkin). Angin membawa Daun terbang membumbung tinggi. Melintasi batas dan dimensi. Tapi, dia hanya sehelai Daun, apa artinya tanpa Pohon yang menyangga kehidupannya? Kesenangan sesaat, dan berakhir dengan kematian. Yaa.. Daun mati. Dan Angin pun menghempaskan-nya sendiri.

# 17-12-2010. Sendirian, pas nungguin fisika modern. Bingung mau kemana, akhirnya kuputusin buat naek ke lantai 3 duluan. Belakangan ini memang lebih sering berteman dengan secarik kertas dan pena, juga langit sebagai sumber inspirasi. Nah pas nungguin, di lantai 3. Lihat ke bawah ada air muncrat (memang bukan air mancur, kalo arah airnya dari bawah ke atas. Ya kan?). Juga angin yang meniup dedaunan dengan kencangnya, membuat daun jatuh berguguran, dan pohon dipaksa tak punya daya apa- apa bahkan untuk sekedar mempertahankan.#

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s