31.12.2010

Di pagi saat aku membuka mata hari ini (31/12/2010), kuambil hapeku untuk melihat jam. Dan menyadari ada satu pesan dari seseorang yang begini bunyinya ‘Tus, rasa2ne semester ini gmn ip mu? *prediksi’. Langsung saja ku reply dengan ‘Knp mas?’. Namun hingga kutulis ini, tak ada balasan darinya. Tapi tak apa. Ini cukup membuatku tersadar, bahwa sebentar lagi adalah hari penentuan berapa IPku.

SMS itu membuatku berpikir seharian. Apa yang bisa kulakukan untuk mendongkrak kembali semangat kuliahku yang entah kenapa memudar belakangan ini. Saat aku pulang ke rumah Kertosono pun, Bapak menanyaiku ‘kapan Mbak Ulangan Semesternya?’ Aku jawab ‘2 Minggu lagi, wonten nopo? (Kenapa, red). Terus Bapak bilang ‘Belajar yang rajin Mbak, ojo sembrono. Bijine Adek wes ancur, ojo sampek biji sampean yo melu- melu jatuh’. (Belajar yang rajin mbak, jangan ceroboh. Nilainya Adek (Dek Afam, red) sudah hancur, jangan sampai nilai kamu juga ikut- ikutan jatuh.) Nah itu membuatku berpikir berlipat- lipat.

Tiba- tiba aku teringat sebuah pesan dari seseorang, dia bilang kurang lebih begini ‘Ada satu cara cukup mudah untuk mempertahankan prestasi, yaitu dengan memanggil kembali perasaanmu saat akan meraih prestasi itu.’ Yaa.. dengan kembali merasakan apa yang kurasakan sebelum UASemester 1 datang.

Terus akupun mulai merinci satu- persatu apa yang kurasain.

1.       Pas waktu itu, aku ngerasa kalo memang aku bener2 paling pinter sekelas (Sekedar ‘merasa’ saja, kalo nyatanya gimana.. Ahh.. itu mah urusan belakangan. Ahaha..). Itu mbuat aku Pe-De banget pas ujian. Mesti milih duduk paling depan. Dateng juga lumayan awal. Belajar mateng, semua materi seolah tak terlepas dari memori otakku. Dan aku yakin benar kalo ujian kukerjakan dengan sukses, beberapa detik sebelum kuputuskan untuk mengumpulkan hasil pengerjaanku.

2.       Aku ngerasa kalo belajar saja tak pernah cukup. Ada kekuatan yang jauh lebih besar yang menyebabkan semua bisa terjadi. Berdoa, yaa.. aku senantiasa berdoa. Sejak minggu tenang tiba, setiap jam 3 an aku pasti mendadak terbangun. Dan.. Mengadu pada Yang mempunyai hidup.

3.       Sekedar berdoa pada Allah, tanpa restu orangtua juga tampaknya sia- sia, pikirku. Lantas aku mulai SMS in ibu tiap beberapa menit sebelum ujian dimulai ‘Bapak, Ibu, Aku mau ujian ………. (Ku sebutin mata kuliahnya). Doain lancar yaa, moga- moga sukses, terus hasilnya memuaskan. Amiinnn..’

4.       Aku tidak terbebani dengan pikiran yang macem- macem. Aku Cuma focus sama UAS itu saja.

Nah perasaan itu semua yang akan kupanggil lagi. Aku sangat- sangat ingin mendongkrak IPku lagi menjadi lebih dari IP semester 1 lalu.

Semuanyaa.. Doain Tutus yaaa.. J

Bismillah.. Semoga Tutus bisa. PASTI BISAAA!! (Insya Allah..)

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s