benci benci benci

Saya seperti mendapati diri pada jalan yang tidak benar. Entah kenapa merasa muak dan benci sekali dengan beberapa orang tanpa butuh alasan untuk membencinya. Sakit sekali hati ini bahkan ketika mendengar namanya di telinga yang kemudian melonjakkan potensial negative yang melecut rasa benci di alam bawah sadar menjadi ekspresi yang akan tampak terlihat oleh semua orang.

Dendam masa lalu itu seperti akar serabut yang tertancap kuat dan begitu dalam di lubuk hati, tumbuh menjadi batang kebencian yang amat kokoh, ber-ranting begitu banya rasa iri, tidak suka, sebel, kesel, dan banyak rasa lain, yang kesemuanya bukanlah rasa yang indah. Parahnya tumbuhan itu setiap hari dipupuk olehku sendiri tanpa sadar, terguyur hujan airmata yang setiap kali luluh jika terkenang tindakan dan kata- katanya yang begitu menyakitkan.

Yaa Tuhan.. Engkau saja yang Maha Segalanya, masih tetap mau mngampuni hambaMu yang berbuat ingkar, dusta, dan perbuatan buruk lainnya. Kenapa saya yang sama sekali tidak berkemampuan apa- apa, punya banyak kurang, nista, cacat, dan tak seSempurna Engkau masih saja congkak, masih saja enggan memaafkan? Kenapa?

Saya tau luka lama itu semakin lama akan membusuk, bukan sembuh tapi justru bertambah parah, menganga lebar, beranak pinak kemana- mana. Saya juga tau, satu- satunya penawarnya adalah memaafkan, melupakan semuanya, menutup buku kelam masa lalu, membuka lembaran baru tanpa terbayang- bayang luka itu kembali. ‘Bisakah saya melakukannya?’ –pertanyaan yang saya tak mau menjawabnya-

**Kertosono, 2 April 2011

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s