ngarang!!

Sebuah malam dengan banyak sekali kerlip bintang juga berhias purnama yang begitu terang membingkai pertemuan malam itu. Pertemuan setelah menahan gunungan rindu yang setengah windu waktu tak kunjung mempertemukan.

Ribuan langkah kaki pemisah jarak telah disingkirkan. Waktu dan ruang yang meng-kotak-kotak-kan keberadaan telah dihancurkan. Mata tak kuasa memandang, mengalihkan perhatian pada secuil cahaya purnama.

Ribuan kata yang terucap, hanya tertahan dipangkal lidah, tak kuasa terlontar. Entah kenapa, hanya batin yang bergemuruh meminta ‘Segera ucapkan!!’. Akal sehat pun buntu, tak sanggup menerima lonjakan aksi yang menghantar informasi yang hendak diucapkan.

Keduanya menyatukan jemari tangan seolah tak akan lagi terpisah. Tidak hanya keadaan, bukan pula latar belakang, bahkan waktu sekalipun, tak akan sanggup memisahkan.. Lagi- lagi hanya ‘seolah’.

Detik, menit, berputar.. Tak sanggup dihentikan. Seperti debaran jantung terpompa begitu dahsyat, tak mampu membendung luapan perasaan.

Sayangnya, mereka ada disebuah gerbang, cepat atau lambat keduanya akan berpisah kembali. Sebuah gerbang, entah nyata atau imaji.

________Cerita ini FIKSI. Saya tak tau apa yang ada di akhir kisahnya._________

**Kertosono, 26 mAret 2011

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s