untuk menjadi dikenall

Menjadi orang terkenal, punya banyak teman, adalah keinginan saya. Tapi ternyata tidak mudah memang. Untuk menjadi dikenal semua orang, dengan cara positif tentunya.

Saya punya sedikit cerita tentang diri saya, mengenai hal ini, ketika saya menengok lagi kebelakang, ‘Siapa saya?’.. Cerita ini bermula di kampus saya yaa… (kalo dari kecil, maka tentu terlalu panjang untuk diceritakan. Hehe..)

Sejak saya masuk di jurusan fisika, saya tak banyak dikenal oleh teman- teman sekelas mungkin. Selain karena saya tidak punya sesuatu yang berbeda, saya juga tergolong anak yang pendiam. Haha.. Tapi saya selalu punya tekat kuat, saya tidak ingin menjadi orang- orang yang namanya tak berbekas..  Semboyan yang bergaung dihati saya ‘Jadilah yang pertama, Kalau tidak bisa, jadilah yang terbaik. Kalau tidak bisa, jadilah yang BERBEDA!!’

Saya bekerja super keras untuk itu, alhasil saat khs pertama keluar, nilai saya termasuk cukup tinggi. Dari situlah saya mungkin mulai dikenal, setidaknya mulai ada yang taulah, bahwa dikelas ada anak kecil biasa yang tak cantik- cantik amat tapi lumayan bisa diperhitungkan.. hehee…

Tahun kedua kuliah, saya mulai aktif di HIMA dan juga waktu itu ada keinginan kuat saya lagi untuk mencoba keluar dari wilayah aman saya : bergabung di kepanitiaan ospek fakultas. Kerja keras siang malam, di hari puasa, membat saya lelah hingga beberapa hari suara saya habis. Darisanalah mulai lagi bertambah orang- orang yang mengenal siapa saya.

Dan saat saya mulai bergabung dengan BEM maka bertambah luaslah komunitas pertemanan saya. Bertambah banyak pula orang- orang yang saya kenal dan juga mengenal saya. Di BEM pun saya duduk di kursi keilmuan, yang juga bekerjasama dengan keilmuan 4 Hima : HIMBIO, HIMATIKA, HIMAFI, dan HIMAKI, hal ini turut menambah pula daftar teman- teman yang mengenal saya. Wew..

Saya tau benar menjadi Tutus yang sekarang bukan sesuatu yang dapat dengan mudah saya lakukan, banyak sekali hal- hal yang saya korbankan. Saya seringkali berangkat dari rumah pukul 7 pagi dan pulang pukul 9 malam, belom lagi tugas- tugas yang harus dibawa pulang, beban pikiran, dan semuanyalah yang menguras tenaga…

Tapiiii.. semuanya tidak pernah sia- sia! Setiap saya datang ke kampus, ada saja yang selalu menyenangkan hati saya. Salah satu contohnya adalah orang- orang yang menyapa saya  dengan kata Tus, Tutus, Cuzz, Mbak, Dek, atau mungkin sekedar ‘hei’ sambil melambaikan tangan, atau seulas seyum dengan anggukan… Hmm.. membuat hati saya senantiasa hangat. J Membuat saya merasa tidak pernah sendirian. Membuat saya merasa bahwa kerjakeras saya selama ini ada hasilnya!

Jadiii.. seberat apapun usaha yang saya lakukan selama ini terbayar!! Senangnyaaaaa… ^^

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s