perjalanan 1000 mil

Jadi pengen cerita, kenapa saya tulis mana tag saya ‘perjalanan 1000 mil’. Sampai saya memposting tulisan ini. saya belom tau sii mil itu satuannya berapa kilometer, tapi saya rasa lebih keren saja kalo ditulis 1000 mil daripada perjalanan 1000 kilometer. Hehe..

1000 mil saya ibaratkan jarak yang harus saya tempuh untuk menemui tujuan saya. Tujuan untuk selalu menjadi  Tutus yang lebih baik. Bagi saya, sebaik apapun tujuan saya, sebesar apapun niat saya, setinggi apapun mimpi saya, semuluk apapun khayalan saya, tentu saja tak ada artinya jika hanya membayangkan akan sampai pada tujuan itu dengan sekejap mata. Sekeras apapun saya berusaha meraihnya, tentu tak akan sampai tangan ini menggapainya. Saya harus mencondongkan badan, mengayunkan tangan, dan senantiasa melangkahkan kaki. Realisasi!!

Terkadang saya merasa hilang arah, tak tahu kemana langkah kaki mengajak saya senantiasa berpacu dengan waktu. Tapi saya tetap yakin, apapun yang saya lakukan bukanlah segala sesuatu yang kebetulan. Suatu saat akan ada mozaik- mozaik kisah lainnya yang tersusun padu membentuk suatu lukisan cerita indah tentang cita saya.

Terkadang pula saya merasa jalan buntu menghadang saya, seolah menciptakan citra gelap dimata saya. Ketika saat- saat itu datang, saya seolah ingin berlari berbalik pada titik awal saya. Merasa perjalanan melelahkan saya tak berarti apa- apa. Tapi saya ingat tokoh- tokoh kebanggaan saya : para pelaut penemu benua! Bayangkan jika suatu waktu badai menerpa, gelap menyapa, mendamparkan pada laut lepas tak berbatas, dimana mata memandang yang mereka temui hanya laut yang bertemu dengan langitnya, lantas mereka memutuskan untuk kembali saja ke tempat mereka berasal! Gagallah sudah niatan mereka untuk menemui hidup yang lebih baik.

Saya hanya tak ingin suatu saat 10 atau 20 tahun lagi menyesal, karena berbalik ke tempat awal saya, sementara apa yang saya cari hanya selangkah dari tembok penghalang jalan saya. Penghalang yang seharusnya saya hancurkan, bukan justru saya tinggalkan.

1000 mil, bukan jalan yang singkat. Sering saya temui persimpangan yang memaksa saya memilih. Memilih satu diantara dua, tiga, empat, atau berapa banyak persimpangan yang saya sendiri tak tahu apa yang menjadi ujungnya, apa akan membawa saya lebih dekat atau justru menjauh dari tujuan saya.. saya tak tahu. Hanya satu harapan saya adalah :keep moving!

Rasanya ‘keep moving’ menjadi warna baru dalam perjalanan 1000 mil saya. Dulu saat SMA hanya ada ‘Keep fighting, Keep trying, Keep smiling’, berkat buku- buku, beberapa seminar yang saya ikuti, juga teman- teman yang senantiasa ingin melihat saya menjadi lebih baik, maka terpilihlah satu kata lagi untuk melengkapi moto hidup saya : keep moving.. yeyyyyyaa!! ^^

Tutussss  masih akan melanjutkan perjalanan 1000 milnya, oleh karenanya sekarang butuh istirahat sejenak melepas penat.

Selamat malam dunia!! Besok mentari yang indah akan menyambut kita, mengarungi waktu,  melintasi keadaan, merubah masa depan!!

Selamat beristirahat. Mimpi yang indah yaa cuzz.. ^^

Surabaya 26 mei 2011

Pukul 00.31

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s