kamar kos saya

6 Juni adalah hari bersejarah di hidup saya, dimana saya mulai kemali belajar mandiri setelah 2 tahun lebih hidup bersama saudara di Surabaya. Berada di sebuah kosan yang terbilang sederhana, di jalan Manyar Tegal no 76 (silahkan dikunjungi. hehe). Yang biasanya setiap malam saya berbincang dengan keluarga dekat, sekarang hanya berdiam diri di kamar. Yang biasanya saya membiarkan baju- baju kotor saya berserakan, sekarang setiap hari saya selalu mengatur jadwal untuk mencuci baju, mengepel kamar, buat sarapan, dan lain- lain. Yang biasanya selalu mendengar riuh bising suara anak bermain di tepi gang, sekarang sepiiii sekali, hanya suara yang terpancar dari sebuah tv kecil di depan kamar. Ahh.. hidup yang benar- benar berbeda!

Jadi pengen cerita tentang kamar kost saya… cukup sederhana kalau saya bilang, hanya berukuran 3 x 2.5 meter. Isinya yaa seperti kamar- kamar lain pada umumnya, 1 ranjang lengkap dengan bantalnya, sebuah lemari, dan meja kecil.

Kamar saya simple sekali, jika saya bandingkan dengan kamar- kamar lain di kos ini.

Mulai dari ranjang, semua ranjang milik teman kos berhiaskan boneka lucu- lucu, sedangkan saya hanya bantal dan selembar sarung milik Bapak yang saya jadikan selimut. Saya tidak terlalu suka ranjang yang penuh, mungkin karena kalau tidur polah saya tak karuan. Bantalpun tak pernah berfungsi sebagaimana mestinya karena saya biasa tidur tanpa bantal.🙂

Lemari saya yang sebenarnya tak terlalu besar juga lumayan longgar, berbeda dengan teman- teman kos yang lain. Itu mungkin sebabnya saya lebih sering mencuci baju, karena untuk 5 hari saja baju saya sudah habis. Hehe.. Penghuni lemari lainnya adalah buku- buku saya yang berjajar. Buku kuliah mungkin hanya beerapa gelintir, sisanya adalah suplemen otak saya.

Meja kecil yang sering saya sebut tandon makanan, disini menumpuk snack, permen, kue- kue, mie instan, kopi, susu, agar- agar, dll. Tandon ini hanya penuh hari Senin, maklumlah saya hanya beli jajan- jajanan jika saya sedang di Kertosono.

Barang- barang lainnya seperti tempat sampah, tempat cucian, gantungan baju, ya sudah wajar ada-lah.. itu semua selalu tertata rapi di tempatnya. Kamar saya termasuk pengap, hanya ventilasi yang kecil sekali yang menghubungkan dengan udara luar, sedangkan jendela hanya menghubungkan dengan lorong di dalam rumah, jadi kalau tidak rajin dibersihkan debu pasti numpuk, kalau sudah begitu saya akan bersin seharian. Jangan heran kalau saya mendadak sangat rajin ketika di kos. J Kalau hidung saya sudah mulai gatal, artinya ada debu di kamar yang membuat saya harus mengelap semua perabot di dalam kamar, jendela, pintu, kayu tepian ranjang, terus lanjut dengan ngepel, abis itu bersihin tempat tidur pake lidi itu sampai benar- benar bersih.🙂

Meski cukup sederhana, saya suka kamar saya. Saksi bisu malam- malam kesendirian saya.

**Kertosono, 21 Juli 2011

Saat saya merindukan kamar kos saya.

5 thoughts on “kamar kos saya

  1. Beneran ya, kamu minta dikunjungi ke Manyar sana ya. Jangan salahkan saya kalo saya dari Bandung jauh2 ke sana.😆 😆😆 *gila freak banget, stalker maniak!*😆😆

  2. Pingback: #2 kamar kos saya « Tuaffi’s Weblog

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s