Kata ajaib #1 – Maaf

Dulunya saya mengenal kata ini dalam bentuk yang lebih keren, ‘Sorry’ misalnya. Bagi saya Sorry jauh lebih mudah terucap, tapi kurang tulus. Hehe.. Kemudian setelah pencarian yang panjang, saya mengenal kata ‘Maaf’, bukan sekedar maaf yang biasa, tapi bagaimana mengucapkannya dengan hati.🙂 Karena saya sering mendengar, bahwa yang dari hati pasti nyampai ke hati.

Terkadang bisa jadi saya orang tersulit untuk mengucapkan Maaf, karena saya memang enggan mengucapkannya kalau memang saya tidak merasa salah. Terlihat sedikit angkuh, tapi yang itulah saya. Saya benci orang yang mengatakan maaf, tapi tetap saja merasa benar, atau mengaku salah tapi tetap merasa paling benar. Selalu terlihat! Maaf hanya dimulut saja, tidak pernah terealisasi dalam tindakan nyata. Apa gunanya? Apa kesalahan gugur begitu saja? Atau memori itu menguap tanpa bekas? Tidak! Atau jangan- jangan saya memang manusia pendendam? Mungkin, tapi entahlah.

Beberapa hari yang lalu, saat menjelang bulan Ramadhan, berondongan sms menyatakan minta maaf dan bla bla bla… Oke itu perlu, tapi saya pikir ‘buat apa ya?’. Kata itu diulang- ulang seolah tanpa makna. Tak terealisasi!

Ahh.. sudahlah. Koq seolah- olah saya mendiskreditkan orang- orang yang melakukan kebiasaan maaf-maafan itu. Diselesaikan saja tulisan ini.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s