ternyata..

Saya menyadari sedang berada di sebuah ruangan, dengan kursi yang disusun melingkari sebuah meja besar di tengah ruangan. Ditemani dengan beberapa orang, Mas Yudanis (kekasih saya) salahsatunya, sedangkan yang lain tampak tidak familiar. Mungkin teman- temannya.

Cukup lama, ruang tampak gaduh, dan saya hanya sempat berbicara sesekali denganya, selebihnya saya hanya diam. Hingga dua orang perempuan masuk, saya tidak mengenalnya, mereka berdua berjilbab, dengan wajah yang cantik, putih, menarik. Satu dari keduanya menghampiri kekasih saya dan tersenyum. Senyum itupun terbalas dengan senyum yang indah pula. Kemudian keduanya memandang saya sambil mengisyaratkan mereka meminta waktu untuk berbicara berdua dan berlalu menjauh. Mematung raga saya, tak sempat berucap apapun.

Setelah dia kembali, saya bertanya “Ada apa?” padanya. “Gag apa- apa..” jawabnya singkat tanpa peduli bagaimana perasaan saya. Sial… saya mengumpat dalam hati. “Dia siapa?” tanya saya lagi. “Anaknya temannya Ibu..” lagi- lagi hanya jawaban singkat. Saking seringnya nonton sinetron, saya jadi terbayang ini si Ibu lagi berusaha menjodohkan dan bla bla bla.. Sial siall siall.. saya terus merutuk diri saya sendiri, kenapa berada di sini????

Beberapa saat kemudian, semua orang mulai berhamburan meninggalkan ruangan, meninggalkan saya sendiri. Handphone saya meraung- raung, segera saya matikan. Saya tidak ingin berbicara dengan siapapun. Giliran handphone milik kekasih saya berbunyi, beberapa kali. Sialnya orangnya tidak ada, akhirnya saya melihat siapa yang menelpon. Ternyata Ibu saya. Bertepatan dengan itu perempuan tadi masuk, karena gugup dan tak ingin berbasa-basi dengannya segera saya angkat saja telpon itu. Ibu saya bertanya apakah saya baik- baik saja, dan rentetetan pertanyaan lain. Saya hanya mengiyakan lalu menutup telpon.

Perempuan itu menatap saya aneh. “Siapa itu tadi?” tanyanya. “Ibu saya.” Jawab saya. “Itu kan hapenya Mas Yudanis ya?..” sahutnya sambil berpikir sesuatu, dan kemudian melanjutkan “Owh ya.. Mas Yudanis pernah cerita kalian teman sangat dekat.. Ya kan? Jadi tidak seharusnya saya cemburu..”

Seperti petir yang menyambar hati saya. Apa maksudnya itu tadi???!!!! ‘tidak seharusnya saya cemburu’??? Kenapa mesti cemburu. Memangnya dia siapa? Ahhh…. saya harus minta keterangan, tentunya bukan dengan orang ini! Saya tidak percaya dengan siapapun kecuali padanya.

Mas Yudanis menghampiri saya. Saya memandangnya sesaat “Dia bilang saya teman kamu, memangnya benar begitu?”. Dia megangguk “Mengertilah dia kenal Ibuku..”. Segera saya tersentak “Bukankah Ibu kamu juga mengenal saya itu pacarmu?!”. Dia terdiam.

Hening beberapa saat. “Saya apa dia yang pergi?” Kata- kata itu seolah meluncur begitu saja, tak sempat saya kendalikan. Dia hanya diam.

Dengan berurai airmata, segera saya kemasi barang- barang. Dan pergi berlari sejauh- jauhnya. Keluar ruang, menuruni tangga, keluar gedung, melewati pekarangan yang indah, sambil berlari tanpa henti.

Dan bunyi hape saya menghentikan langkah. Suara hape terus meraung, menyadarkan saya.

***Saya disini masih di kamar saya, terbangun dari mimpi. Keringat saya mengucur dan airmata yang tak berhenti. Dan telepon dari Mas Yudanis yang membangunkan saya, bertanya “sampean kenapa?”.

2 thoughts on “ternyata..

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s