Surat untuk TUHAN.. #part : 3

Tuhan.. Ini saya, kali ini bukan dengan rentetan keluhan..๐Ÿ™‚ Tapi barisan Terimakasih atas segalanya. Rasanya belakangan ini hidup saya begitu lengkap, begitu sempurna.

Terimakasih.. Telah menitipkan saya pada orangtua yang mengasihi saya sepenuh hati, membesarkan saya dengan tulus. Orangtua yang selalu saja menginginkan kebahagiaan saya. Yang memenuhi permintaan saya. Orangtua yang sangat baik. Terimakasih Tuhan..

Terimakasih.. Sudah memberi 2 adik yang sangat peduli terhadap saya. Adik Afam, yang meski kadang menyebalkan, tapi dia adik ter-enak untuk diajak ngobrol tentang banyak hal. Yang meski kadang sedikit pelit, percaya atau tidak dia memberi saya sebuah flashdisk hasil kerjanya sendiri. Sungguh!! Bahkan saya yang sudah berpenghasilan ratusan ribu, belum sempat memberinya apa- apa. Kakak macam apa saya ini?! Adik Fifi juga adik yang sangat baik. Meskipun masih kecil, ia selalu mendoakan saya supaya nantinya saya sukses, punya rumah mewah, mobil banyak, dan anak- anak yang lucu (maklumlah dia anak bungsu yang sangat mengharapkan seorang adik). Adik Fifi juga setiap saya ulangtahun ada saja kejutannya, yang terakhir dia memberi saya sebuah boneka kesayangannya. Boneka beruang berwarna pink yang bahkan besarnya melebihi besar tubuhnya. Terimakasih Tuhan.. Begitu berharganya 2 adik saya.

Terimakasih.. Sudah memberikan saya kesempatan 5 tahun ini untuk selalu bersama Mas Yudanis. Saya serig meminta padaMu agar suatu saat kami bisa bersatu. Tapi memang itu masih panjang, masih banyak yang harus dia selesaikan, begitu juga dengan tanggungan yang harus saya selesaikan. Mimpinya ke Harvard, tolong kabulkan Tuhan. Mimpinya untuk merajai rubik, yang meskipun saya tidak suka, tolong kabulkan juga Tuhan. Mimpinya semuanya, tolong kabulkan Tuhan. Dan saya berharap, semoga saya salahsatu mimpinya..๐Ÿ™‚ Kalau tidak, pasangkan dia dengan perempuan yang jauhhhh lebih baik, yang selalu membuatnya bahagia, tersenyum selamanya. Yaahh.. Engkau tahu semua yang terbaik Tuhan..

Terimakasih.. Untuk perjalanan setapak demi setapak yang Engkau berikan. Saya kembali mengingat semester pertama, tenggelam di tengah perkuliahan. Semester kedua, keluar dari wilayah nyaman dengan bergabung dengan acara- acara pengkaderan. Semester ketiga bergabung dengan HIMA. Semester keempat terjun di BEM. Semester kelima waktu terkuras sebagai ASDOS. Dan saya menunggu perjalanan setapak di semester yang lain. Terimakasih Tuhan..๐Ÿ™‚

Terimakasih.. Untuk nafas yang sudah Engkau pinjamkan. Untuk jantung yang senantiasa Engkau berikan kemampuan memompa. Untuk semua organ yang berfungsi sebagaimana mestinya. Terimakasih Tuhan..

Engkau Maha Baik.. Terimakasih..

One thought on “Surat untuk TUHAN.. #part : 3

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s