Berproses Sukses

Tiba- tiba tertohok oleh perkataan seseorang “Kenapa ya orang- orang pemalas yang IPnya cenderung jeblok, jusru pada akhirnya sukses gag ketulungan? Sementara orang yang siang malam kerja mati-matian, IP tinggi malah akhirnya biasa- biasa saja.. Kerja kantoran dengan gaji pas pas an…”. Sempat beberapa menit saya ngotot bahwa pendapat itu salah, tapi dibantah habis- habisan. Bukti, kenyataan di lapangan, selalu saja menolak mentah- mentah semua alasan saya.

“Mau tak sebutin berapa orang yang gag lulus sekolah.. tapi sukses??” Itu menjadi jurus pamungkas yang menyebabkan saya diam tak sanggup melawan. Akhirnya perdebatan kusir itu berujung pada sebuah perenungan yang panjang disetiap malam- malam saya.

Well.. Akhirnya saya mendapat sedikit pencerahan :

Orang  lain hanya melihat hasil. Yaa.. Mereka hanya bisa mencibir pas oranglain gagal dan mengumpat iri saat sebagian oranglainnya berhasil. Mereka tidak pernah peduli terhadap proses panjang kesuksesan oranglain. Sebatas melihat dari kejauhan, mencomot sedikit kegagalan, menghubung-hubungkan dengan kesuksesan, dan dibumbui kisah- kisah seolah sukses itu jatuh tiba- tiba didepan mata.

Indikator kesuksesan setiap orang itu berbeda. Ya sudah jelaslah, masing- masing orang punya pandangan tersendiri tentang sukses itu apah. Itu yang membuat orang akan memilih jalan yang berbeda, fokus yang berbeda pula. ‘Oke.. Yang satu fokus belajar, yang satunya fokus bisnis. Sama- sama fokus kan? Kok gag sama- sama sukses lo?? Hayoo..’ Orang itu masih mengejar pemikiran saya dan berharap bisa melumpuhkannya. Hmm.. Mari kita analogikan hal- hal yang lebih sederhana. Si A menganggap sukses adalah kelinci, si B menganggap sukses adalah kucing. Dua- duanya sama- sama fokus terhadap sukses menurut mereka, apa hasil mereka sama? Tentu saja tidak! Si A ya dapat kelinci si B ya dapat kucingnya. Bisa dimengerti?🙂

Kesuksesan tidak berhubungan sebab akibat dengan IP atau tingkat kecerdasan. Kesuksesan erat kaitannya dengan keuletan. Ulet dalam mengejar target apa yang dia inginkan, entah itu finansial, sosial, akademik, atau yang lainnya. Dan seringkali dengan mengejar satu tujuan harus mengorbankan banyak hal, misal : kuliah terbengkalai sampai akhirnya DO, tampilan fisik acak- acakan sehingga terlihat tak terawat, dan sebagainya.. Hehe..

Dan bagi saya… Kesuksesan diukur dari tingkat kebahagiaan yang masing- masing orang rasakan. Kesuksesan bukan pencapaian, tapi prosesnya.. Karena pada dasarnya pencapaian kita tak akan pernah terhenti hingga nama tak lagi memiliki raga.

Semoga masing- masing dari kita menikmati berproses. Menikmati sukses.🙂


**Gambar diambil dari http://gubuk-biru.blogspot.com/2010/08/sukses-bermula-dari-mental.html

32 thoughts on “Berproses Sukses

  1. “Indikator kesuksesan setiap orang itu berbeda.” berarti semua orang bisa “sukses”, gak di ukur dr IPK, gaji, dst. Tuhan memberikan kita peran yg berbeda2, sukses itu klo kita bisa mensyukuri & memaksimalkan peran yg di anugrahkan olh Nya. bagus sekali artikelnya😀

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s