j e r a

Setelah saya membaca tulisan ini, saya teringat pernah merasa patah yang sama dengan pemilik Dunia Pagi : Amela. Bukan dengan pria yang saya cinta. Tapi dengan orang- orang yang kepadanya saya serahkan sebingkis rasa yang saya sebut persahabatan.

Mereka dan saya berjumlah 6. Seharusnya 6 adalah ikatan yang paling stabil yang saya pelajari dari mata kuliah Kimia. Begitupula di Fisika, bentuk yang paling kokoh adalah bentuk segi 6. Tapi kenapa berbeda sekali dengan ikatan yang terjalin diantara mereka dan saya?

Sudah dekat sejak menjabat sebagai mahasiswa baru dan bertambah akrab sampai tahun kedua perkuliahan. Namun semuanya berantakan karena perselisihan kecil. Meng-kotak-kotak-kan keberadaan, merekah perselisihan, meretakkan gelas yang menampung segenap tinta cerita.

Gelas yang retak itu bukan dijaga, justru dihancurkan. Dan saya adalah serpih yang terbuang. Seperti Itik yang terlepas dari kawanan. Seperti langit tak berteman. Sendirian.

Setiap hari mengumpat kesal, meretas airmata bimbang, hingga akhirnyaa.. Satu- satunya jalan adalah meninggalkan. Bukan, membenci.. Tapi terlalu sakit menjadi yang tersisih.

Hanya satu keyakinan, pada akhirnya rasa sesak itu tak akan pernah bertuan. Rasa sakit itu hanya buah dari kekecewaan. Dan patah itu suatu saat akan tersembuhkan.

Sekarang… Saat tulisan ini sampai ditangan pembacanya. Sudah hampir setahun saya tak berkawan. Saya belum menyerahkan rasa itu pada orang lain. Bukan tak tersisa secuil persahabatan, bukan tak ada jiwa- jiwa yang tulus, namun adalah kenyataan bahwa saya jera.

 

“Tulisan ini diikutkan Giveaway Suka-suka Dunia Pagi

44 thoughts on “j e r a

  1. waah kok bisa pisah gitu tuaffi? Kalau aku kebanyakan temen akrab tetep dipertahankan loh.. kecuali mereka yang emang gak terlalu akrab jadi setelah lulus dari sekolah atau kuliah jadi gak berhubungan gitu..

  2. Saya punya sahabat sewaktu SMP. Hobi kita sama, membaca dan tidak suka keributan. Setiap jam istirahat kita selalu ke perpustakaan -berdua saja-, menghabiskan waktu 15 menit itu untuk membaca. Sementara teman2 yang lain gaduh di kelas. Banyak yg kira kita pacaran, padahal tidak sama sekali. Kita sama2 punya orang yg kita cinta.

    Tapi heran, beberapa bulan belakangan ini dia seperti mundur teratur tanpa alasan yang jelas. Kita seperti ‘bukan sahabat’ lagi. Saya juga tidak tahu penyebabnya apa -___-“

  3. Pingback: Detik-detik penutupan GA Suka-suka « Dunia Pagi

  4. Pingback: Pemenang Kategori Dua GA Suka-suka « Dunia Pagi

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s