Real Steel

Sepulang dari bioskop segera membuka laptop dan merasa sangat tidak sabar untuk men-share film yang baru saja saya tonton. Dengan judul Real steel, film yang berlatar tahun 2020 ini membuat mata enggan berkedip.

Kata ‘wow’ seolah- olah tak berhenti mengitari kepala. Animasi yang dahsyat, keren, menakjubkan! Animasinya tak kalah lah dengan Transformer.🙂 Saya bisa membandingkan karena kebetulan saya pernah melihat dua- duanya.

Cerita yang menarik dan tokoh yang hebat juga mengambil andil dalam suksesnya film ini dimata saya. Sering dibuat tertawa melihat kata- kata konyol dan tingkah bocah usia belasan bersama ayahnya. Juga sempat menitikkan airmata karena haru. Benar- benar berasa. Sungguh!

Well.. Daritadi saya hanya cerita perasaan saya. Dan Anda bertanya- Tanya “Bagaimana cerita Filmnya?” Sebelum Anda mulai bertindak brutal.. Saya akan menceritakan sedikit untuk Anda..

Charlie (Hugh Jackman) adalah seorang mantan petinju yang hidup menumpang di sebuah sasana tinju milik Bailey, kekasihnya. Charlie yang sudah bangkrut karena robot terakhir dan satu- satunya diserang banteng, mendadak mendapat kabar bahwa mantan kekasih atau entah mantan istrinya meninggal, dan meninggalkan seorang bocah belasan tahun.

Menyadari bahwa Debra (kakak dari mantan istrinya,red) sangat menginginkan Max (Nama bocah itu), ia segera mengambil kesempatan untuk meminta uang dari suami Debra, dan bersedia memberikan hak asuh atas Max padanya. Berhasil. Uangpun didapat namun dia harus mengasuh Max (Dakota Goyo) selama beberapa hari sampai selesai ia berlibur dari Italia.

Max mempunyai kegemaran yang sama dengan ayahnya, sangat tertarik dengan robot petarung. Dan suatu malam sepulang dari kekalahan Noisy Boy (robot milik ayahnya) Max menemukan Atom di tumpukan rongsokan. Atom adalah robot pelatih, yang bisa meniru gerakan lawan, yang mempunyai kekuatan untuk bertahan, namun tidak dilatih untuk menyakiti.

Seiring dengan kebangkrutan Charlie bertubi- tubi, terjadilah perselisihan antara ia dan kekasihnya. Hingga akhirnya memutuskan untuk pergi dari sasana itu dan mencari rekan lain yang siapatahu bisa memberinya modal.

Berangkat bertiga bersama Max dan Atom, justru menimbulkan semakin dekatnya ikatan antara Max dan ayahnya. Berjuang dari awal karir, melatih Atom setiap pagi, dan konflik antara ayah dan anak adalah bumbu cerita yang unik. Atom juga adalah robot yang unik, karena selain dilatih untuk bertarung, Atom juga dilatih untuk dance. Itu yang membuat Atom lebih cepat terkenal.🙂

Suatu hari dipuncak karir.. Atom diundang untuk mengikuti kejuaraan dunia. Atompun berkesempatan melawan Zeus, robot petarung tak terkalahkan sepanjang kejuaraan WRB (World Robot Boxing). Disaat yang sama terjadilah musibah pada Charlie yang kemudian membuat Max dipulangkan kembali pada Debra.

Dan bagaimana akhir dari cerita ini? Apakah Max kembali kepada Charlie? Atau apakah Atom bisa menjadi juara dunia? Penasaran?? Penasaran??

Hehe.. Saya menyarankan Anda untuk segera melihat sendiri di Bioskop terdekat. Saya jamin gag rugi!

Selamat menonton.

18 thoughts on “Real Steel

  1. Alur ceritanya sederhana dan biasa aja. Nggak ada yg istimewa selain karakter robot itu sendiri. Saya lebih suka Warrior, sama tinju juga, tapi lebih bagus – menurut saya lho – dan “touchy.”

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s