menanti persinggahan

Baru kali ini, saya merasa tak ada tempat dimana saya bisa meletakkan sedikit beban.

Senin (14/11) kelas gemuruh oleh komentar tentang betapa banyak kesalahan yang ada selama pelaksanaan Olimpiade Fisika di berbagai daerah. Entah menyadari atau tidak keberadaan saya disana, mereka mulai membahas beberapa soal yang tim saya buat. Kesalahan disana sini, komentar yang merobek hati. Sungguh, bukan saya tak mau dikritik, tapi setidaknya sampaikanlah dengan cara yang baik.

Dosen ternyata tak datang, ingin sekali melarikan diri ke HIMA. Tapi rasa malu dan bersalah menyarankan saya untuk sebaiknya tidak kesana. Biasanya  disanalah saya menemukan keluarga, meskipun tak sempat berkeluhkesah tapi mendengar celotehan dan melihat kesibukan mereka, rasanya hari saya membaik seketika. Sekarang? Kemana lagi saya harus berlari?

Pacar saya, tempat saya melabuhkan semua cerita, hari ini sedang tak bersahabat. Seharian bersikap aneh. Membuat kepala terasa semakin berat. Meskipun semuanya terlihat baik- baik saja, kata- katanya selalu saja menyakitkan. Atau memang saya sedang bersoda, yang karena guncangan sedikit saja reaksinya berlebihan? Bukan seperti air, meskipun lelah mengocoknya tetap saja tak apa. Tak tahu.

Tinggal seminggu lagi, kerja keras ini akan berakhir. Tak perlu tempat untuk meninggalkan semua beban, cukup bekerja hingga roda waktu menghampirkan pada persinggahan.

Semangat Tutus… Masalah sebesar apapun di depan sana tak mungkin diciptakan kecuali Tutus bisa menghadapinya.

8 thoughts on “menanti persinggahan

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s