Cita(kuadrat)ku…

Yeyy.. Akhirnya sempat juga ngerjain PR dari Septia. PR apa? PR nya disuruh nyeritain cita- cita dari kecil hingga kini. Okelah langsung saja ke PR saya.

Sejak kecil saya adalah anak yang gampang sakit, keluar masuk rumah sakit, ketemu suster dan dokter yang baik, dari situlah terpupuk keinginan untuk menjadi dokter. Orangtua juga sangat berharap saya bisa menjadi dokter, karena sejak sewaktu kecil sudah terlihat kemampuan saya yang diatas rata- rata.

Selama SD dan SMP, cita- cita itu terpatri dalam tubuh saya. Namun di lain sisi, saya merasa sangat kesulitan belajar Biologi dan berbagai ilmu hapalan lainnya. Saya justru tertarik dengan matematika danΒ  logika. Saya juga tertarik dengan psikologi, sastra, kebudayaan, dan banyak hal diluar pengetahuan yang saya dapat di sekolah, karena saya suka membaca.

Menjelang SMA, saya justru tidak tahu apa cita- cita saya. Pengharapan demi pengharapan hanyalah berlandaskan keinginan untuk jangan sampai membuat kecewa orangtua saya. Mulai dari belajar Biologi sampai akutansi semuanya saya hadapi, karena Ibu igin saya jadi Dokter, Bapak ingin saya melanjutkan di STAN.

Pada akhirnya, saya justru terdampar di Jurusan Fisika Universitas Airlangga. Nyambung dengan keinginan orangtua? Tentu saja tidak. Tapi beruntung Ibu Bapak saya, tetap saja mendukung apa yang saya mau. Dan takdir ini menghampirkan saya pada sebuah cita- cita mulia : ilmuwan, peneliti, dan dosen.

Tidak hanya itu. Saya hidup di negara yang tidak semua orang memiliki kesempatan seperti saya, membuat kepekaan terhadap sosial pun terasah. Belum lagi setiap harinya saya bergaul dengan anak- anak yang saya ajar, kecintaan terhadap pendidikan anak- anak pun memancing cita- cita baru untuk terbit : membuat sekolah untuk 5000 anak putus sekolah.

Untuk mewujudkan cita- cita diatas, tentunya saya harus mempunyai uang yang banyak. Kalau saya kekurangan, mana bisa saya buat sekolah berlabel “gratis”? Dan karena saya cinta dunia buku dan tulis menulis, maka tentunya ingin mengeruk uang di dunia ini. Tercetus lagi satu keinginan : buat penerbit + toko buku.

Haha.. Banyak ya cita- cita saya? Jujur saja, cita- cita itulah yang membuat saya sampai kini tetap mau berjuang. Apapun yang saya dapat ini bukan hanya untuk saya, tapi harus bermanfaat untuk orang- orang di luar sana.πŸ™‚

Daaaannn… PR terakhir adalah menunjuk beberapa orang untuk turut pula berbagi cita- cita mereka dari kecil hingga kini. Semoga nama- nama dibawah tidak keberatan.πŸ™‚

1. Om Nando

2. Dinneno

3. Gandhi

4. Dek Betty

5. Om Totosociety

Selamat mengerjakan…

**sumber gambar, langsung klik gambar ya..πŸ™‚

26 thoughts on “Cita(kuadrat)ku…

  1. Pingback: Cita-cita dan Harapan | Draft Corner

  2. saya tidak pernah kepikiran untuk menjadi dokter, mungkin karena dokter saya pikirnya mereka itu sok tahu. Dengan gampangnya menentukan umur teman saya *curhat*.
    Lagian, saya orangnya parnoan kalau sudah di RS.

  3. Pingback: PR yang tertunda « Tuaffi’s Weblog

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s