Matematika, bukan sekedar itu!

Hmm.. Post ini dibuat karena terinspirasi tulisan milik Gandi, tentang anak- anak dan matematika. Bukan berarti balas dendam, karena dia juga terinspirasi oleh tulisan saya pada posting ini yaa.. Tapi memang benar kok.. Saya jadi teringat diri saya menahun yang lalu.πŸ™‚

Sewaktu kecil, saya adalah anak termuda di kelas. Namun itu tak membatasi pencapaian yang pernah saya raih yaitu selalu menyabet juara kelas. Saya menguasai dengan baik pelajaran membaca, menulis, dan apapun yang diberikan, kecuali satu : berhitung! Ya.. mata pelajaran matematika saya tidak pernah mencapai angka 7. Saya tidak bisa berhitung.

Seleksi kelas unggulan, saya terpilih menjadi salah satu dari dua anak yang beruntung dari SD saya waktu itu untuk dipindahkan ke SD lain yang lebih berkualitas. Di kelas tersebut, terkumpul banyak siswa unggulan dari semua SD Negeri di Kertosono. Meskipun awalnya cukup menyenangkan, tak lama akhirnyapun saya ketinggalan, karena matematika.

Bukan saya benci matematika. Sama sekali bukan. Untuk mengenal sudut, bangun datar, dan semuanyalah.. saya lancar. Tapi saya tidak bisa berhitung. Sementara, berhitung menghiasi lebih dari 90% isi buku matematika.

Saat diakhir pelajaran matematika, jika sang guru akan memanggil satu persatu muridnya untuk di tes perkalian, saya takut sekali nama saya dipanggil. Saya menghabiskan sepanjang waktu itu, untuk berdiam diri di kolong meja, bersembunyi dengan alasan membenarkan tali sepatu. Sungguh.

Saya ingat benar, sewaktu kelas 6 SD, saya selalu pulang paling akhir. Karena untuk mendapat tiket pulang, harus menjawab soal perkalian. Dan saya hanya akan memilih angka berapapun yang di kali 10. Hahaha.. Silahkan hina kebodohan saya.πŸ˜€

Meskipun demikian, saya megakhiri masa sekolah berseragam putih merah itu dengan sangat manis. Saya mendapat ranking 10 besar, namun dengan nilai matematika yang cukup rendah. Dan itu yang menghampirkan saya pada perubahan secara besar- besaran mengenai jodoh saya terhadap matematika.πŸ™‚

Kelas 1 SMP, saya mengenal Pak Jum, guru les matematika saya. Beliau mengetahui saya masih menggunakan jari- jari tangan untuk menghitung 7 + 5. Dan tak disangka Beliau meminjamkan jari- jarinya, untuk turut pula saya gunakan menghitung jika memang saya kesulitan.

Dengan sabar, mengajari saya berhitung. Membuat pondasi ulang terhadap cara saya berpikir. Memberikan begitu banyak soal- soal yang lebih mudah kepada saya, membuat saya senang karena saya bisa mengerjakan soal. Memuji saya, bahwa sebenarnya saya juga pandai dalam pelajaran matematika.

Secara bertahap, tanpa saya sadari, soal- soal yang diberikan bertambah susah. Tapi mungkin, karena beliau selalu meyakinkan saya bahwa saya bisa, sayapun benar- benar bisa.πŸ™‚ Beliau bilang, saya memang kurang pandai dalam menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan, dan membagikan, namun matematika bukan sekedar itu! (Meskipun itu adalah landasannya.). Itu yang membuat saya selalu percaya diri.

Saya sangat berterimakasih kepadanya, sudah membimbing bocah bodoh ini, menjadi sedikit lebih percaya diri. Bahkan, saya yakin kedua mata kuliah kalkulus saya mendapat A pun secara tidak langsung karena Beliau. Yang selalu dengar sabarnya memberikan dasar- dasar berhitung hingga begitu melekat pada diri saya. Meskipun tak jarang, saya masih sering menggunakan jari tangan untuk menghitung, tapi tak apa.. matematika bukan sekedar itu!

17 thoughts on “Matematika, bukan sekedar itu!

  1. saya punya pengalaman tetang matematika dan biologi, yang kemudian ini membuat saya mengklasifikasikan watak manusia menjadi kategori manusia berwatak matematika dan manusia berwatak biologi.
    watak matematika : harus saklek, sesuai prosedur, menuruti rumusan dengan benar.
    watak biologi : memiki permisif, kelonggaran dalam menaati rumus.

    lebih enak berurusan dengan watak biologi. ( hehehhe ini hanya pengalaman saya saja). ahhaaa

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s