PKL : Harap- Harap Cemas

Setelah beberapa hari berkutat dengan mengurusi pernak- pernik administrasi yang dibutuhkan untuk PKL, hari ini sampai juga pada persinggahan ilmu berikutnya : Pertamina.

Mari saya ceritakan dari awal. Sejujurnya, saya bisa dibilang cukup terlambat untuk mengurus PKL. Ini karena, entah mengapa, kesehatan saya menurun. Dan kebetulan Pamela, rekan PKL saya juga sedang liburan di kampung halamannya. Tapi, memang benar apa kata pepatah ‘Lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali.’.🙂

Mulai dari Selasa, tak lebih dari 2 jam proposal sudah rampung digarap. Niatnya si langsung estafet dengan meminta persetujuan dari Dosen Pembimbing, Kepala Departemen, dan mengurus surat pengantar, sehingga hari berikutnya semuanya sudah siap jalan.

Diluar dugaan, ternyata Ibu Pembimbing kami sedang menguji skripsi, sehingga terpaksa untuk menunggu beberapa jam. Tentunya, harapannya setelah menunggu adalah kami segera mendapat tanda tangan, tapi tidak! Ibu Pembimbing meminta waktu sehari untuk memeriksa proposal buatan kami. Akhirnya, kamipun pulang dengan harapan keesokan paginya semuanya selesai.

Paginya, Ibu Pembimbing masih mengurus ujian skripsi. Baru sekitar pukul 12 siang, Ibu Pembimbing mempunyai waktu untuk mengoreksi. Terdapat kesalahan di sana- sini. Meminta untuk terlebih dulu di revisi dan segera menghubungi Ibu nya lagi. Kecewa? Pasti. Hehe..

Sempat beberapa kali harus bolak- balik ke tempat fotokopi, karena tidak tahu bagaimana prosedur yang benar. Oleh karenanya, berikut saya sertakan cara- caranya.. Siapa tahu ada yang membutuhkan :

  1. Setelah proposal selesai di print, minta persetujuan dari dosen pembimbing. Jika memang ada revisi, segera di revisi. Jika tidak, lanjut ke poin berikutnya.
  2. Fotokopi proposal yang sudah dibubuhi tanda tangan oleh dosen pembimbing sebanyak satu kali, kemudian di jilid.
  3. Meminta surat keterangan kepada administrasi Departemen dan isi blanko tersebut.
  4. Meminta tandatangan pengesahan dari Kepala Departemen pada proposal juga blanko surat keterangan. Salinan dari proposal diserahkan kepada Kepala Departemen sebagai arsip.
  5. Fotokopi surat keterangan sebanyak satu kali.
  6. Menyerahkan kembali surat keterangan beserta salinannya kepada sekretaris Departemen.
  7. Tunggu selama satu dua hari, kemudian silahkan ambil surat pengantar.
  8. Langkah terakhir adalah tentunya menuju perusahaan yang dituju dengan membawa surat pengantar dan proposal.

Kamis pagi tadi, saya menghampiri ruang departemen untuk meminta surat pengantar, tapi ternyata belum jadi. Karena sudah terlanjur membuat janji dengan salahsatu senior untuk ke Pertamina, maka kami terpaksa berangkat saja dengan harapan semoga surat pengantar bisa menyusul.

Sesampainya di Pertamina, kami diwajibkan mengenakan pengaman diantaranya adalah : sepatu khusus, rompi, dan helm. Tidak beruntungnya adalah ukuran terkecil sepatu adalah 38, jadinya lucu sekali ketika kaki kecil saya terbungkus dengan sepatu yang besar dan berat. Hehe. Tapi itu hanya selama di luar ruang, ketika di dalam laboratorium kami boleh melepas semuanya itu. Untuk itu, yang harus di ingat adalah membawa tas kresek agar bisa membawa sepatu normal ke dalam laboratorium, sehingga tidak memakai sepatu kebesaran itu sepanjang hari. Mengingat, waktu PKL adalah jam 7 sampai setengah 4 sore.

Dikenalkan oleh senior dengan Pak Khomar. Masih cukup muda untuk dibilang Bapak, olehkarenanya agar terdengar akrab, kami memanggilnya Mas Khomar saja. Hehe. Olehnya diberi pengarahan sedikit tentang apa yang ada di laboratorium itu, untuk menyamakan persepsi dan menyesuaikan dengan judul PKL saya yaitu : Instrumentasi Optis Berbasis Komputer pada Proses Produksi di PT. Pertamina.

Setelah cocok, segera dibawa menemui bagian administrasi untuk menanyakan apa- apa saja yang harus dibawa. Karena tidak membawa surat pengantar, maka kami harus kembali lagi besok pagi untuk mengantarkan surat pengantar. Dan menghubungi Bu Refi pada hari Seninnya, untuk kepastian setuju atau tidaknya menerima kami belajar disana.

Selesai berbincang dengan bagian administrasi, kami kembali menemui Mas Khomar dan meminta untuk sedikit dikenalkan dengan beberapa alat sekaligus cara kerjanya. Wew.. canggih sekali. Sangat sesuai dengan apa yang terbayang pada benak saya sebelumnya. Sebenarnya hendak saya tuliskan nama alat- alatnya, tapi karena sudah kepanjangan tulisan ini, jadi lain kali saja yaa..🙂

Dan tulisan ini saya akhiri dengan sepucuk harapan agar senin depan mendapat kabar baik. Doakan yaaa..

20 thoughts on “PKL : Harap- Harap Cemas

  1. sukses neng.. dhe udah lewat masa-masa itu.. baik2 yaa selama PKL, dan ramah2 selama disana.. hehe😀

    tapi tetep, hadiah manis dari dhe harus tetep dikerjakan, kapanpun asal tidak menganggu PKL..

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s