PKL : terjawab sudah

Jum’at (3/2/12) sampai di kos, basah kuyup tingkat akut. Ya… sudah tidak ada lagi bagian yang kering, bagaimana tidak.. Saya dengan percayadirinya menyusuri jalanan melawan derasnya hujan tanpa jas hujan hampir selama 20 menit. Jeans yang baru saja ganti tadi pagi, jaket, sepatu yang baru dicuci, tas, novel, dan beberapa barang lain di dalam tas, tak ada yang selamat. Namun.. ada kalanya, hal buruk yang menimpa tidak ada artinya, apalagi ketika membayangkan betapa baiknya hari ini bagi saya..๐Ÿ™‚

Dimulai dari pagi tadi, hendak segera kembali ke Pertamina untuk mengantarkan proposal dan surat pengantar, tapi lagi- lagi suratnya belum jadi. Akhirnya saya putuskan, sehabis jumatan saja. Meskipun sedikit malas juga si, karena melakukan perjalanan motor tengah hari di Surabaya adalah sama dengan tanning gratis. Haha.. Mendadak kulit bisa coklat kayak Agnes Monica dah.๐Ÿ™‚

Setelah Jum’atan, diluar dugaan, Surabaya mendung terasa sejuk sekali. Segera mengambil surat pengantar di ruang Departemen. Kemudian janjian sama Pamela di pom bensin Kertajaya. Karena sama- sama tidak hapal jalan (maklum kemarin sewaktu sama senior kami hanya duduk manis di dalam mobil) jadi terpaksa hari ini harus mengajak seseorang yang benar- benar tahu jalan. Pacar Pamela lah yang terpilih sebagai penunjuk jalan. Mulanya sayapun hendak meminta untuk diantar kekasih saya, tapi dianya sedang ada urusan.

Sepanjang jalan, saya seringkali tertinggal. Bisa dimaklumi, lelaki ini sungguh menganggap bahwa jalanan hanya milik mereka berdua. Selip kanan kiri dengan kecepatan diatas rata- rata untuk jalanan yang macet. Sungguh tidak memanusiakan penguntit (baca : Tutus) yang keteteran dibelakang mereka . Tapi, teman saya Pamela cukup perhatian dengan menoleh ke belakang setiap 10 detik. Hahaha.. Terimakasih.๐Ÿ™‚ Satu lagi kenyataan pahitnya, saya tetap tidak tahu jalan menuju ke Pertamina. Sungguh, tadi hanya fokus akan kendaraan di depan dan di belakang, belum lagi harus mengikuti motor Pamela dan kekasihnya. Astaga.

Di Pertamina. Pak Kepala ada di ruangannya, sungguh ini diluar dugaan pula. Mengingat bahwa agenda hari ini hanyalah mengantar surat, karena Pak Kepala sedang ada tamu untuk audit atau entah apa. Ini memang benar- benar skenario Tuhan, bukan sekedar kebetulan belaka jika memang sedari pagi surat pengantar belum jadi. Dan bukan pula kebetulan semata jika hujan datang tepat setelah kami menginjakkan kaki di laboratorium. Iya kan Tuhan?๐Ÿ™‚ Terimakasih.

Segera mengobrol panjang lebar. Bapaknya mengoreksi judul dari PKL kami dan menggantinya dengan : Instrumentasi Optik Berbasis Komputer pada Pengujian Hasil Produksi. Karena di laboratorium itu tidak ada pemrosesan, hanya ada pengujian hasil produksinya. Tapi tak mengapa.

Lama berbasa- basi, akhirnya Bapaknya memutuskan untuk menerima kami PKL disana. Jadilah saya resmi ber-PKL disana mulai tanggal 13 sampai 24 Februari mendatang. Itu artinya saya masih punya waktu sekitar satu minggu untuk mengerjakan PKM AI sekaligus liburan di rumah untuk turut pula menyumbang senyum orangtua. Hehe, semangat Tutus!!!

Terimakasih doanya ya teman- teman..

26 thoughts on “PKL : terjawab sudah

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s