maaf..

Tulisan ini dibuat sebagai permohonan maaf kepada teman SMP saya, Erlin.

Hari ini, disela- sela kegiatannya yang padat, ia menyempatkan untuk datang ke rumah saya. Saya menyambutnya seadanya, maklum.. kepala terasa berat, hipotensi sering sekali kambuh belakangan ini. Saya dalam keadaan baru saja bangun tidur, sedang menikmati kopi untuk menenangkan kepala dari amukan pukulan yang entah darimana datangnya.

Dia masih saja Erlin yang dulu, masih sering menggaruk- garuk hidung dengan ke empat jarinya. Secara fisik, memang dia sedikit lebih gemuk dari terakhir kami ketemu, mungkin sekitar 4 tahun lalu. Dia juga mengenakan jilbab yang panjang, rok, dan entah memakai celana rangkap dan lengan yang rangkap, juga kaos kaki. Benar- benar akhwat sekali, mungkin begitu cara menyebutnya, saya juga kurang paham. Yang jelas, dia memancarkan cantik dalam ketulusannya berbicara, keluasan pengetahuannya, dan entah apaa.. Menarik.

Dari cara dia bicara? Hmm.. medoknya hilang, maklum dia sedang menempuh pendidikan di Universitas Indonesia nun jauh disana. Bahasa jawanya juga terdengar sedikit lucu, mungkin karena dia tidak terbiasa memakai bahasa jawa di tempatnya. Kalau dulu dia biasa mengulang kata beberapakali sembari berpikir kalimat berikutnya, sekarang tidak. Bicaranya lancar, terlihat kalau dia sering berinteraksi dengan orang lain. Berbeda dengan sewaktu SMP, kerjaannya tidur terus. Hahaha.

Saking serunya pembicaraan kami, saya lupa harus menggantikan Ibu saya untuk jualan. Itu tugas saya ketika di rumah. Sebenarnya saya tidak sepenuhnya lupa, karena saya pikir Ibu saya akan memaklumi kalau ada teman saya. Biasanya juga begitu. Tapi mungkin karena Ibu saya kelelahan, akhirnya menumpahkan kemarahan kepada saya. Dan saya merasa bersalah sekali, karena Erlin pun juga kena marah.

Maaf. Saya bahkan belum sempat menyuguhkan apa- apa. Maksud hati, ingin membawanya ke tempat saya jualan. Saat saya mengendarai motor menuju tempat jualan buah, Erlin mengirim sms pada saya ‘Aku pamit yo. Sepurane sing akeh’. Seketika sesak dada saya, dipenuhi perasaan bersalah. Sungguh, ini semua salah saya. Salah sekali.

Ibarat pribahasa ‘Nila setitik rusak susu sebelanga’, semoga ini tidak berlaku untuk pertemanan kami. Semoga ia tidak kapok untuk berteman dengan saya ataupun bermain kerumah saya. Semoga tidak membenci saya, terlebih Ibu saya..😦

Bila kenangan tentang saya tersimpan dalam selembar kertas, dengan kebahagiaan adalah pelangi yang menodai kepolosannya, maka yang terjadi ini hari ini adalah titik hitam. Hitam yang menegaskan sakit hati sekaligus mensyaratkan kekecewaan. Dan sayalah yang membuatnya ada disana. Yang mungkin dengan ribuan kata maaf, tak mampu menghapusnya.😦

Maafkan saya ya Erlin.. Entah harus bagaimana cara yang benar untuk mengungkapkannya. Maafkan saya…

17 thoughts on “maaf..

  1. Tuaffi.. saya yakin Erlin memberikan maaf itu… dan mengerti bahwa kesibukan itu bukan berarti meninggalkannya sebagai teman…

    Kalaupun itu permintaan maaf karena merasa bersalah, mudah2an dari jauh sana dia membaca permintan ini….🙂

  2. salam kenal sebelumnya tuaffi..nama kamu unik😀
    saya pernah mengalami seperti ini ketika saya msh duduk dibangku SMA…saya pernah diajak pergi bermain teman saya hingga sore larut,semua pekerjaan rumah terbengkalai.cucian yang sudah kering bertebangan entah kmn. ketika ayah dan ibu sudah pulang dr kantor, saya dimarah habis2an,begitupun teman saya.
    tapi semua itu tdk membuat kapok teman saya, dia mlh yg meminta maaf krn telah mengajak saya pergi berjam-jam. dan sampai skrg kami msh sering saling berkunjung..
    percayalah,tdk akan pernah terlintas sedikitpun dibenak sahabat sejati sebuah kesalahpahaman yg berujung berakhirnya persahabatan.😉

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s