PKL : Tukar film??

Hari ini berangkat PKL pukul 6.30. Tidak ingin mengulang hari sebelumnya, saya sarapan dulu sebelum berangkat. 2 lembar roti tawar (benar- benar tawar, karena saya malas untuk mengolesi margarin atau menambah susu), membuat teh tarik (teh dicampur dengan susu) enaaakk sekali. Tidak membuat kopi, karena seseorang melarang saya. Ahh.. Tapi yasudahlah, yang penting saya punya cukup energi untuk melakukan aktifitas seharian.

Sampai di tempat janjian dengan Pamela, menunggu sebentar, kemudian dia datang dengan kekasihnya. Mereka berdua meminta saya memimpin jalan, yaaa.. benar- benar menegaskan agar saya tidak mengganggu. Hehe.. Sampai di Pertamina, semuanya lancar. Sepatu safety? Beruntung si mbak, lagi berbaik hati mengijinkan saya tetap memakai sepatu pinjaman. Sedang Pamela sudah aman dengan memakai sepatu kekasihnya.

Sampai di laboratorium, masih pukul 7.10, semuanya pada ribet untuk siap- siap. Kami menyiapkan materi yang dipelajari. Kebetulan Mas Khomar masuk hari ini, beliau banyak membantu. Begitu juga dengan Mas Jimmi, Mbak Teki, dan Pak Wawan, mereka secara bergiliran membuat kami mengerti tentang alat- alat apa saja yang harus kami tangani.

Pukul 11 siang, karena sudah tidak ada lagi kerjaan, kami kembali ke tempat semacam ruang rapat. Menyusun beberapa hal untuk laporan, yang sudah selesai diketik adalah kata pengantar dan profil perusahaan. Lumayan lahh… Besok rencana mau konsultasi untuk bab berikutnya.πŸ™‚ Setelah lapar datang, kami menyantap makan siang. Kekasih Mela baik sekali dengan turut pula membawakan saya makan siang. Hehe. Sering- sering saja begini, saya-kan jadi ikutan seneng.

Hari ini yang datang PKL hanya 2 orang, selain saya dan Pamela. Mereka berdua dari Polinema, Angga dan Jaya namanya. Mereka berlatar-belakang Teknik Kimia, untuk itu bahan kaji mereka adalah seputar material- material dan mesin skala besar. Sempat banyak mengobrol dengan mereka, yang mengejutkan adalah keduanya suka sekali dengan drama Korea. Astaga.. sempat tak percaya. Meskipun akhirnya, kamipun bertukar film. Hahahaha..πŸ˜€

Pukul 3 lebih, Pamela dan saya menemui Pak Joko, pembimbing PKL kami di Pertamina. Diterima dengan sangat baik, diberi wejangan ini itu, hingga pamit pulang ketika jarum jam menunjuk angka 3.45.

Hmm.. Pulangnya Pamela kembali dijemput kekasihnya, saya jadi pengen juga diantar jemput kekasih. Adakah permintaan sederhana saya diwujudkan? Tunggu esok jawabannya.πŸ˜€

13 thoughts on “PKL : Tukar film??

  1. waduuhhh film 49 dayssssss – salah satu film favoriteku, d(^o^”) jangan lupa ditonton itu film T.T sedihhhhhh

    *hmmm penasaran besok gimanaya –
    jemput ?
    tidak ?
    /(^.^”)???

    jemput ?
    tidak ?
    /(^o^”)?????

    jemput ?
    tidak ?
    /(-.-“)???????

    jemput ?
    tidak ?
    /(-o-“)????????

    halah liat bosok aja lah *hehehehe
    semangat mbak tutus

    • hmm.. apa ya? saya suka caranya memutus setiap episode. Selalu saja sukses membuat orang penasaran. Dan yang saya tidak suka.. endingnya selalu tak tepat. membuat kecewa.😦

      • Jadi, kesimpulannya kalau filem Indonesia itu cara memutus episodenya membuat penasaran dan alurnya taktertebak, maka filem seperti itu akan lebih disukai, ya?
        Kalau drama Korea, saya pernah nonton Dream High sampai episode 18, habis itu bosan, gak niat lanjutin. Dream High itu drama Korea bukan? Keren sih filemnya, tapi menurut saya itu agak berlebihan.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s