PKL : tercerahkan..

Terlambat bangun hari ini, sukses membuat saya tidak sarapan. Tapi, tak apalah. Mela membawa sekotak teh dan dua potong kue.πŸ™‚ Benar- benar teman yang sangat menyenangkan. Namun, saya tidak akan membiarkan diri saya menjadi parasit, olehkarenanya saya melarang Mela untuk membawa kue lagi besok, giliran saya yang membawakannya makanan. Hehe.. Meski mungkin lebih sederhana dari apa yang Mela bawa.

Hmm.. Masih seperti biasa, saya berangkat sendiri. Pagi tadi sebenarnya kekasih sudah menawarkan untuk menjemput, tapi saya bilang tidak. Saya tidak ingin begitu. Saya ingin diantar jemput, tapi tidak dengan cara begitu😦 Saya banyak mau ya? Hehehe.. begitulah.

PKL hari ini cukup singkat, kami meninggalkan laboratorium pukul 12 siang untuk menemui pembimbing PKL. Perjalanan dari Pertamina menuju kampus sungguh menyiksa, panas matahari begitu teriknya, jalanan berlubang, belum lagi kemacetan yang tak terkira. Tak berhenti sampai disitu, Bu pembimbing ternyata sedang keluar dan baru balik sekitar pukul 3. Dan Pamela sedang ditemani dengan kekasihnya, astaga.. sabar.

Daripada berlama- lama memendam kecemburuan sosial, akhirnya memutuskan menghubungin kekasih saya. Waktu 2 jam saya manfaatkan untuk makan siang dan ngobrol sebentar di danau kampus. Setelah berpanas- panasan dan kesal pada kenyataan, bertemu dengan kekasih begitu menyejukkan. Sungguh.

Konsultasi dengan dosen pembimbing yang sangat mencerahkan! Mulanya saya pesimis dengan PKL saya, karena susah sekali mencari manual book dari alat- alatnya. Kalaupun ada, tidak dijelaskan rinci mengenai bagaimana proses alat itu bekerja, bagaimana respon sensornya, sampai bagaimana pengolahannya hingga menjadi output yang sudah sangat matang.

Tadi Ibunya membuka semua tabir yang menyelimuti keputusasaan, menjelaskan bagaimana seharusnya, dan apa- apa yang harus kami kerjakan di sisa hari berikutnya. Mengubah beberapa rumusan masalah kami dan menghapus beberapa hal lain yang tidak perlu, saya malah merasa beliau optimis dengan PKL kami dan keoptimisan itu menjalar hangat sekali.. Jadi tambah semangattt..πŸ˜€

Hari ini semua yang tadinya gulita, benar- benar tercerahkan. Kalau mulanya saya berpikir instumen optis adalah semua alat yang menggunakan sensor optik, ternyata tidak! Kalau mulanya, saya tidak tahu harus berbuat apa karena jalanan seolah penuh ilalang, sekarang ada jalan mulus (bahkan ber-aspal tanpa lubang) terbentang. Hahaha.. Terimakasih untuk PKL hari ini Tuhan..

11 thoughts on “PKL : tercerahkan..

  1. WAHHHHHH ternyata kau banyak maunya /(^.^”) tapi akhinya bisa ketemuan juga
    hahahaha lumayan lah bisa mengganti kegerahan dengan kesejukan Ζͺ(β™₯β€’*⌣*β€’β™₯)Ζ©

    d(^o^”) – tetep semangat

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s