The Hunger Games

Habis nonton film baguuuussss…πŸ™‚ The Hunger Games! Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama, karya Suzanne Collins ini sungguh layak untuk ditonton. Cerita yang ringan, pesan moral yang mengena, dan penyelesaian yang sempurna, membuat film ini begitu menakjubkan.

Film yang berlatar masa depan ini menyuguhkan keadaan dimana sebuah negara berpemimpin kaum tirani. Teknologi yang sangat canggih hanya dinikmati segelintir orang di pusat pemerintahan, sementara rakyat di berbagai distrik dilanda kelaparan. Belum lagi ancaman undian bagi seorang pemuda dan pemudi dari 12 distrik yang akan dipertarungkan pada sebuah permainan dengan nama The Hunger Game.

Permainan ini layaknya reality show (jangan dibayangkan reality show layaknya tontonan kita. Reality show ini benar- benar real!!), dimana kepuasan penonton adalah segalanya. Semua pemain dari 12 distrik dengan 24 peserta dengan usia 12 – 18, diasingkan di sebuah hutan dengan beberapa peralatan untuk bertahan hidup. Hanya satu orang terkuatlah yang akan menang, dan mendapat hadiah berupa makanan berlimpah.

Katniss Everdeen, adalah gadis 16 tahun yang mengajukan sebagai sukarelawan untuk menggantikan adiknya, Primrose Everdeen. Dari distrik yang sama, distrik 12,Β  Peeta Mellark adalah laki- laki yang terpilih lewat undian. Keduanya mempunyai keunggulan dibidangnya masing- masing. Katniss sangat ahli dalam menembak, sedangkan Peeta ahli dalam menyamar dan mempunyai kekuatan yang besar.

Katniss begitu mempesona, kebaikan hatinya juga ketangguhannya dalam bertahan menghadapi segala macam tekanan sangat menyentuh penonton The Hunger Games, distrik 12 khususnya. Ia membawa harapan yang besar bagi seluruh distrik untuk turut pula melawan permainan itu. Dan itu membawa tekanan tersendiri bagi penyelanggara permainan tersebut.

Merasa ditekan berbagai pihak dan ingin mendapat simpati, penyelenggara memutuskan untuk menganggakat tema percintaan antara Katniss dan Peeta dalam reality show itu, dengan cara mensyaratkan pemenang adalah 2 orang dalam 1 distrik. Mengambil kesempatan itu dengan baik, Katniss dan Peeta memerankan kisah cinta yang apik, agar memperoleh sponsor. Sponsor dalam acara itu bisa berbentuk obat- obatan ataupun makanan.

Diwarnai dengan petarungan yang sangat seru dan menegangkan, film ini membuat mata enggan berkedip. Sungguh! Apalagi klimaksnya, saat Katniss dan Peeta benar- benar telah menakhlukan seluruh peserta, penyelenggara memutuskan untuk hanya mengambil satu saja pemenang. Daaannn… Apakan keduanya akan saling membunuh untuk mendapatkan hadiahnya?? Akankah Katniss memenangkannya? Atau justru Peeta?

Silahkan tonton sendiri film ini.πŸ™‚

42 thoughts on “The Hunger Games

  1. Terimakasih Tutus telah menginspirasiku selama ini..
    Hingga akhirnya saya juga mau membuat sebuah blog juga. yang benar2 terinspirasi dari kamu.

    Salam.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s