pindah kos (lagi)?

Saya sebenarnya bukan orang yang penakut, saya tidak terlalu takut dengan gelap, tidak juga dengan sendiri disuatu tempat tengah malam, tapi kalau sudah dikasih tahu bahwa ada sesuatu, entah bagaimana nyali penakut mendadak muncul. Sering kok saya jam 3 pagi, menunggu Bapak saya diujung gang sendirian. Juga sendirian jalan malam- malam, bagi saya tidak ada masalah. Tapi kali ini ada sedikit masalah yang membuat saya jadi takut pulang ke kos an. Apa?

Begini ceritanya.. Adek saya, Fifi, menginap beberapa hari di kos saya saat UNAS SD kemarin. Dan sejak pulang kembali ke rumah, dia tidak bisa tidur, rewel, makan tidak mau, dan banyak tingkah lain yang aneh. Setiap tengah malam tiba, ia menangis dan bilang kangen sama saya. Mulanya dikira karena memang adek saya senang di Surabaya, tapi kok lama- lama jadi semakin aneh.

Ketika adek saya diajak bercanda, ia hanya diam dan menaruh telunjuknya di mulut, meminta semuanya diam. Wajahnya juga jadi tidak ceria dan kusam, badannya kurus, hanya seminggu saja, berat badannya turun terus menerus. Yang biasanya semangat latihan bulu tangkis, setiap harinya hanya melamun di depan TV. Kontan saja Ibu dan Bapak saya cemas, ada apa dengan anak terakhirnya?

Puncaknya Senin malam, adek saya menangis minta diantar ke Surabaya. Dia bilang gag pengen menangis, tapi kenyataannya dia tidak bisa berhenti menangis. Paginya, adek saya diajak ke tempat guru ngaji saya. Dan yang selama ini dicurigai ternyata benar, ada sesuatu dari kamar saya yang ikut kedalam tubuhnya.😦 Kemudian dikembalikanlah sesuatu itu ketempatnya, ke kamar saya.

Nah, saya senang sekarang adek saya sudah sembuh, tapi bagaimana dengan sesuatu itu? Dia berada di kamar saya dan katanya sering memainkankan keong- keong di kamar saya. Keong itu adalah mainan anak kecil jaman dahulu yang beberapa bulan lalu saya beli dari bapak- bapak di depan Ind*maret karena kasihan. Saya beli 3 buah, warna merah, hijau, kuning, dan saya simpan saja di kamar, tidak pernah saya macem- macemin lagi. Terus sekarang mesti saya apakan?? Mau dibuang, tapi jangan- jangan malah menghasilkan sesuatu yang tidak- tidak..😦

Saya takut. Jadi kepikiran yang tidak- tidak. Bapak saya bilang, “Sampean loh mbak wes pirang wulan neng kono, ko wedi ne saiki yo kasep. Wes ta lah, gag usah dipikir.. Biasa ae.” (Kamu loh mbak, sudah berapa bulan di sana, kook baru takutnya sekarang, ya sudah terlambat. Biasa saja, gag usah dipikir.).

Bagaimana mungkin bisa biasa?😦 Pengen pindah kos.

79 thoughts on “pindah kos (lagi)?

  1. Tenang saja mbak, yang disebut “sesuatu” itu. Tidak pernah mencelakai seseorang. Mereka cuma ingin bermain, menurut saya mereka berwujud makhluk kecil, sudah jelas dari benda yang mbak bawa. Mbak beruntung tidak diberi pengelihatan terhadap “sesuatu” itu.

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s