#1 The Journey

Hari ini, seperti yang sudah dijanjikan dari minggu kemarin, bertemu di belakang perpus setelah Maghrib. Untuk apa? Membicarakan masalah KKN. Yahh.. Akhirnya saya bertemu juga dengan momen KKN. Momen ini yang paling saya tunggu, sejak beberapa semester lalu mendengar hebohnya KKN dari para senior.

Ini baru pertemuan kedua dengan  rekan- rekan seperjuangan, jadi wajar saya masih sedikit susah untuk mengenal wajah sekaligus nama ke 19 orang yang lain. Yang mengejutkan adalah beberapa yang minggu kemarin datang, masih mengingat saya. Serius!! Jadi ketika saya datang, saya mengajak berkenalan ulang beberapa teman yang terjangkau tangan, dan saat saya hendak mengucap nama, mereka menyela “Tutus..” sambil tersenyum. Wew..🙂 Tersanjung.

Kenapa bisa demikian? Ini adalah mukjijat dari kesan pertama. Apa yang saya lakukan di pertama kali kami bertemu hari minggu kemarin cukuplah sederhana. Disaat semuanya memilih untuk diam atau saling menunjuk untuk membuka obrolan, saya menantang diri saya sendiri “Apa saya berani berbicara didepan banyak orang tak saya kenal ini?”. Segera saja saya buktikan, dan yaa… saya berhasil menakhlukan ketakutan saya. Saya membuka sesi itu dengan mengenalkan nama saya, sekaligus mengajak yang lain untuk turut pula mengenalkan namanya. Sederhana..

Kembali lagi ke pertemuan hari ini membahas tentang rencana untuk survey bersama dari koord kecamatan pada sabtu besok. Sebagai koord desa, mbak Nina tidak bisa hadir, untuk itu menunjuk 4 koord bidang kajian untuk bisa mewakili. Dan terpilihlah Nantha (wakil dari Pengembangan Ekonomi), Irma (wakil dari Kesehatan), Fadli (koord Pemberdayaan Masyarakat Miskin), dan terakhir Tutus (koord Lingkungan). Rencananya memilih untuk naik motor dengan asumsi bahwa mobil tidak dapat menjangkau lokasi KKN. Lokasi KKN saya adalah Desa Panyepen, Sampang, Madura.

Beruntung saya mengenal salahsatu senior yang tahun lalu lokasi KKN nya sama dengan lokasi saya. Bermodalkan pengetahuan dari senior, saya sempat mengenalkan sedikit keadaan medan KKN kepada teman- teman yang lain. Senang melihat wajah lega mereka karena air di tempat KKN saya ini tergolong melimpah, tidak seperti wilayah lain. Begitu juga dengan kakus dan tempat tinggalnya yang terbilang layak. Alhamdulillah…

Jam sudah menunjukkan pukul 19.30, banyak yang merasa lelah karena sudah ngampus sejak pagi, sehingga pertemuan hari ini ditutup dengan janji untuk bertemu lagi minggu depan hari senin jam 4 di danau depan Rektorat.

Hmm.. tidak sabar untuk segera terjun ke lapangan, bertemu dengan masyarakat luas, mengabdikan diri, dan mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah.🙂

P.S : Barangkali ada yang bisa memberikan informasi terkait Panyepen, akan saya terima dengan senang hati..

The Journey adalah tulisan berseri untuk membekukan memori KKN.

18 thoughts on “#1 The Journey

  1. sukses tus buat KKNnya.. aahh jadi teringat KKN aku jaman kuliah dulu.. jarak dari rumah ke desanya 2 jam, dan aku saking gak mau nginepnya rela pulang pergi pagi dan sorenya.. kecuali hari terakhir yang ada malam keakraban sama warga.. hihihi

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s