#3 Untittled

Sudah pukul 2 pagi, kepalanya yang penuh dengan masalah, hatinya yang remuk kembali diremukkan dengan kata- kata menyakitkan atas kesalahan yang sama sekali tidak ia lakukan. Sungguh ia sudah berusaha untuk menghindar, bertubi- tubi dihujam amukan ia memilih untuk diam, karena melawan sama dengan mengkhianati perintah Tuhan โ€“ durhaka.

Ia yang semula duduk, sudah tak kuasa menahan diri. Tak ingin membalas, ia memilih untuk mengemasi semua barang. Dan bergegas melepas malam dengan tenang.

Tak disangka, ia dibangunkan dengan sedikit bentakan. Ia beranjak, mengambil garpu di tangan kanan dan mencoba membantu membuat makanan. Tapi yang diterima justru, lagi- lagi, kalimat yang tidak masuk akal. Ia tak mampu lagi membendung perasaannya, garpupun ia terbangkan dengan amarah, airmatanya meleleh, kata- kata tak pantaspun keluar. Kakinya melangkah menghampiri tumpukan tasnya, berniat menuju tempat perantauan.

Beban yang ia rasa begitu berat, sungguh tak ada maksud untuk menyakiti semua orang yang ia sayang.

Ia hanya tak tahu bagaimana menyembunyikan sakitnya, kecewanya, lukanya, sedihnya.

Ia tak tahu siapa yang bisa mendengar sedikit keluhnya, meringankan sedikit saja bebannya, dan merangkulnya sembari berkata : semua baik- baik saja.

11 thoughts on “#3 Untittled

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s