#5 The Journey

Setelah 3 hari di Kertosono, Senin (30/07/2012) adalah waktu saya kembali lagi ke Madura. Namun siapa sangka ketidakberuntungan sedang menghapiri saya? Jarak tempuh yang mungkin tidak lebih dari 180 km, saya tempuh dalam waktu lebih dari 10 jam. Iyaa.. 10 jam!

Sengaja berangkat sedikit lebih siang, mengingat hari Senin umumnya angkutan umum lebih padat dari biasanya di jam- jam sibuk. Tepat pukul 10, saya sudah duduk manis diatas bus menuju Surabaya. Mungkin karena sedang puasa, jadi entah kenapa seperti tersihir untuk tidur sejak naik bus hingga Sidoarjo. Baru 20 menit tersadar, bus sudah sampai di Bungurasih, terminal akhir menuju Surabaya.

Saya bertanya kepada salah satu penjaga terminal mengenai bus yang berangkat ke Madura, dijawab dengan perintah untuk menunggu hingga jam 2. Oke.. Saya pun duduk di tempat yang disediakan, sejak pukul 1 sampai saya mendengar pak polisi tadi mengumumkan bahwa bus ke Madura melewati suramadu akan berangkat dari lajur 2 gedung baru.

Sejurus kemudian, saya sudah didalam bus yang melaju perlahan. Dan disinilah ketidakberuntungan saya dimulai, bus yang saya tumpangi ternyata lewat tanjung perak (menyebrang dengan kapal). Tol waru yang langsung tembus ke tanjung perak yang panjangnya tidak lebih dari 16 km, macet total karena ada unjuk rasa di Gresik. Sepanjang 12 km ditempuh dalam 2 jam.

Sampai di Tanjung perak jarum jam sudah menunjuk angka 4. Antrian bus nomor 4, satu kapal hanya memuat satu bus. Dan jadilah menunggu, entah untuk berapa lama. Badan sudah terasa lemas, dehidrasi. Maghrib tiba dan antrian masih belum berpindah, buka puasa di dalam bisa hanya dengan sebotol air dan beberapa batang astor yang dibawa dari rumah.

Pukul 7 malam, bus terparkir di perut kapal. 45 menit kemudian sudah sampai di pulau impian, Madura. Perjalanan selanjutnya terasa lebih mudah. Jalanan yang sepi membuat sopir bus menebus jam- jam yang terbuang dengan kecepatan yang melebihi normal. Dan tibalah saya di rumah Madura sesaat sebelum jam 9 malam.

Tahu apa yang saya pikirkan saat menginjakkan kaki di rumah? Tentang mengapa Madura cenderung lebih tertinggal dibanding kota lain di Jawa timur, ya mungkin karena ini. Begitu susahnya Madura dijangkau sebelum ada jembatan kebanggaan Indonesia : Suramadu. Tidak heran saat Bupati Sampang menyampaikan bahwa perekonomian Sampang mengalami kenaikan 3 tahun ini, ya mungkin karena Suramadu pula.

Mungkin perjalanan yang saya tempuh ini bisa menjadi pelajaran pada semua orang untuk menjaga bersama- sama Suramadu kita.🙂 Hehe. Saya berpikir terlalu jauh.

The Journey adalah tulisan berseri untuk membekukan memori KKN.

8 thoughts on “#5 The Journey

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s