#8 The Journey

Teringat tulisan The Journey sebelumnya, yang saya dengan emosi melontarkan tulisan yang tidak sepantasnya. Ahh.. Begitulah hidup. Sesaat membuat kita jatuh sejatuh- jatuhnya, disaat berikutnya menerbangkan kita setinggi- tingginya.🙂

Berawal ketika saya bertemu dengan ketua, saya meminta pengertiannya bahwa memilah sampah bukanlah pekerjaan yang mudah, untuk itu mohon dengan sangat teman- teman yang pergi tanpa kepentingan diharapkan untuk ditunda sebentar saja. Mulanya ada yang tetap ngeyel untuk berangkat, tapi.. bagaimanapun juga disana kami keluarga. Sore itu, semua berakhir dengan indah. Dengan bersama sisa pekerjaan berikutnya terasa lebih ringan, hanya kurang dari 2 jam semua sampah telah berhasil dipilah.

Hari berikutnya adalah hari terakhir yang berharap bisa dikenang selamanya. Saat pagi datang, aktifitas yang dilakukan beragam, ada yang packing, bersih- bersih homestay, dan ada yang mengurus BPS, khususnya saya juga beberapa teman lelaki. Kesemuanya itu berakhir pukul 1 siang, menandai waktunya untuk istirahat menyiapkan tenaga ekstra untuk sorenya.

Sore yang indah ditemani bulan purnama bersinar di ujung timur dan matahari tenggelam dengan anggunnya di ujung barat. Jalanan yang lengang karena entah untuk alasan apa, bazaar yang diselenggarakan kembali oleh warga setempat tidak banyak diminati, sangat berbeda dengan bazaar yang kami adakan. Coba saja bandingkan :

Bazaar oleh peserta KKN

Bazaar oleh peserta KKN

Bazaar oleh warga

Tapi tak mengapa, yang penting adalah warga mempunyai inisiatif untuk membuat sendiri acara serupa. Berhasil tidaknya urusan belakang, yang penting sudah mencoba.🙂

Malamnya, ditutup dengan pesta api unggun dengan camilan berupa jagung bakar dan kacang bakar. Semuanya larut bernyanyi bersama, makan- makan, merapat dalam lingkaran besar sekeliling apinya. Kesemuanya baru usai saat terdengar panggilan untuk sahur. Saya sempat bersalaman dengan beberapa warga yang ikut pula dalam pesta perpisahan kami, semuanya memberi ucapan perpisahan yang sama : Mbak Tutus, kalau diberi sehat dan sempat, sering- sering main kesini ya..  Entah harus menjawab apa, saya hanya tersenyum.

Pukul 6 tiba, saya yang kebagian pulang duluan bersama salah seorang teman, harus pergi, bangun dari mimpi indah di Panyepen untuk meraih mimpi berikutnya.

Selamat tinggal Panyepen.. Sampai jumpa kembali Panyepeners. I love you all.. :*

The Journey adalah tulisan berseri untuk membekukan memori KKN.

3 thoughts on “#8 The Journey

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s