lembaran tanpa noda -anak-

Lebaran, rumah selalu saja penuh sesak dengan tamu, setiap harinya. Maklum, nenek saya adalah anak pertama, jadi banyak sekali keponakan, sepupu, sanak saudara yang berkunjung kerumah. Sebenarnya tidak hanya tahun ini, selalu saja rutin di tahun sebelum- sebelumnya, mungkin hanya saya yang kurang menyadari.. Melihat sepupu berubah dari yang dulu imut sekarang menyebalkan, dari yang dulu malu- malu ketika bertemu sekarang liar tak sopan, dan banyak macam perubahan lainnya. Membuat saya paham, benar- benar paham, bahwa anak kecil layaknya selembar kertas tak bernoda, dan tugas para orangtualah untuk mengisi lembaran putih itu sebagai pondasi dasar sikapnya nanti ketika ia bertambah besar.

Dari pengamatan dan perenungan panjang, saya terpikirkan hal- hal ini. Siapa tahu ada manfaatnya untuk orang lain, juga sebagai pengingat jika nanti saya sudah mempunyai anak. Hahaha..

1. Childrens are not to be blamed.
Ya… Hal mendasar pertama yang harus setiap orang tua pahami adalah anak tidak bisa dipersalahkan. Kalaupun anak melakukan hal yang salah, kemungkinan pertama adalah anak tidak tahu bahwa hal itu salah. Dan jika anak tahu bahwa itu salah, satu kemungkinan terakhir adalah orang tua sering melakukan hal serupa. Percaya? Saya mendengar sepupu saya masih sangat kecil mengucapkan kata kasar, yang ternyata saya juga dapat mendengarnya dengan mudah dari mulut ayahnya. Menyedihkan.

2. Sopan santun itu penting.
Seringkali ketika masih kecil melakukan hal yang kurang sopan dan sebagai orangtua malah menganggap hal tersebut lucu dilakukan oleh seorang anak. Melihat anak kecil bercanda yang kemudian dengan sengaja mencubit payudara perempuan dewasa. Alih- alih menegur, justru menertawakan dengan ucapan enteng ‘Nanti kalau gede pasti ngerti sendiri.’. Patut diketahui bahwa bisa jadi, karena menganggap hal tersebut membuat senang orangtuanya, ia mengganggap berbuat tidak sopan adalah hal yang benar, yang mungkin akan ia bawa ketika nanti sudah dewasa.

3. Jangan berbohong.
Kadangkala, untuk menyembunyikan sesuatu dari anak, orangtua mengarang sesuatu. Seperti sopan santun, kejujuran juga hal yang patut ditanamkan sejak kecil. Dan bagaimana bisa mengajarkan kejujuran jika orangtua kerap kali berbohong? Untuk itu jika sekiranya ada yang anak tidak patut mengetahui, mungkin akan tetap lebih baik untuk mengatakan bahwa ia belum cukup umur untuk tahu, daripada mengarang cerita.

4. Jika anak bertengkar..
Beberapa tahun yang lalu, saya melihat sepupu saya yang kecil sedang bermain sesuatu yang kemudian tanpa sengaja menumpahkan air pada mainan kakaknya. Kakaknya yang marah, langsung memukul adiknya hingga menangis. Ibunya datang dan mengetahui cerita itu dari anaknya yang kecil, segera saja si Ibu bilang ‘Sudah jangan nangis, ini mbak sudah Ibu pukul juga.’. Meskipun memukul kakaknya itu hanya bohongan, tidak serius. Apa yang terjadi sekarang, setelah sekian lama berselang? Kedua anak itu selalu saja saling membalas untuk menyelesaikan persoalan.
Andai saja sang Ibu dengan bijak berkata ‘Nak, adek tadi gag sengaja loh. Kalau Mbak mukul adek gini, benar atau salah?’. Mungkin dari situ anak akan berpikir bahwa hal demikian tidak benar. Kemudian sang Ibu bisa menanamkan satu nilai lagi pada anak tentang kata yang bisa memperbaiki segalanya : maaf. ‘Kalau sudah tau salah, Mbak harus minta maaf, adek juga mesti bisa memaafkan. Adek laen kali kalau main hati- hati. Ya? Sudah jangan nangis.’.

Dari beberapa hal diataas, mungkin hanya karena penanganan penyelesaian yang tidak tepat, bisa berpengaruh besar pada pribadi anak. Untuk alasan inilah saya merencanakan agar jangan sampai menyerahkan pengasuhan anak saya kepada orang lain, saya berharap saya sendirilah yang mengajarkan mereka mana yang baik dan yang tidak. Saya tentu tidak sempurna, untuk itu dari anak- anak pulalah saya belajar.

Tulisan ini tidak bersumber dari buku, apalagi pengalaman pribadi. Seperti yang sudah saya bilang, ini hanya buah dari pengamatan dan perenungan panjang.

***Waahh.. Ngomong apa saya ini? Hahahaha…🙂 !&%#(!%

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s