#2 my confession

Matanya terus berair tanpa tahu apa yang ia tangisi. Rasanya ada yang mengganjal tanpa tahu itu apa.

Ia tak pernah membayangkan akan datang hari ini. Meski ia mengaku siap, tapi dalam hal apa ia bisa dibilang siap? Moril? Dalam skala 1 – 10, ia hanya mendapat nilai 1 dalam ketaqwaan pada Tuhannya. Materil? Ia hanya punya 1 kain dan 3 yang ia pinjam dari Ibunya. Juga hanya 2 baju berlengan panjang yang sama sekali tidak membantu. Lantas dalam hal apa ia siap?

Ia juga tidak siap dengan mata yang menghakimi dan dengan sepenggal kata ‘kenapa’. Sungguh.. Karena sebenarnya iapun tak tahu untuk alasan apa. Ia hanya percaya kata hatinya, percaya ketentraman yang ada dibalik kainnya.

Kalau tidak sekarang, ia akan terus bimbang. Meski ada lekat lara yang menggantung di sudut mata, setidaknya ia sudah menemukan titik start dimana harus memulai segalanya.

Lagi.. Ia menghembuskan nafas dan meyakiinkan dirinya bahwa mungkin Tuhan memang sengaja tidak membuat ini mudah, untuk menguji apakah ia memang teguh pada apa yang dipilihnya.

23 thoughts on “#2 my confession

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s