my confession

Ia mengerti dengan benar apa resikonya, tapi yang tak sempat ia pikirkan adalah : mengapa harus sesakit ini?

Ia sudah meminta ijin untuk ini. Tapi tindakannya bersuara lebih keras dari penjelasannya yang berbusa- busa. Ia menangkap kecewa pada dua sosok yang ia kenal dengan teramat. Mungkin keputusannya terlalu mendadak, atau mungkin disaat yang tidak tepat. Kalau memang iya, lantas kapan saat tepat itu datang? Menunggu ijasah kelulusan? Menunggu posisi finansial cukup mapan?

Memang tidak terucap ‘tidak’ di bibir, tapi beku itu teramat terasa. Terlalu kentara untuk kalimat kebetulan tidak enak badan juga alasan lainnya. Senyum yang terlukis hanya sebagai formalitas simbol hari keluarga. Tapi tak mengapa, mungkin hanya belum terbiasa.

Sempat terbersit ragu, tapi tak mungkin mundur barang selangkah atau berbalik dan berlari menghindar. Tak mungkin.

Hmm.. Ia menghembuskan nafas dengan keras, pengurang sesak di dada. Berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa mungkin Tuhan sengaja membuat ini tidak mudah, untuk memberi perlajaran padanya betapa selembar kain penutup mahkotanya itu berharga.

6 thoughts on “my confession

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s