The next Susi Susanti

Selasa (27/11) lalu, adik saya yang paling kecil, Dik Fifi, ke Surabaya. Bukan untuk berlibur, tapi untuk mengikuti salah satu kejuaraan Bulu Tangkis Jawa Timur. Dia masih 8 tahun tapi mempunyai skill yang menurut saya luar biasa. Okee.. Biarkan saya melebih- lebihkan,  wong adik sendiri. Hehehe

Cerita sedikit, didarah kami tidak ada keturunan olahragawan, tapi sekeluarga sangat senang nonton acara olahraga. Dulu pas saya masih tinggal sama orang tua, pasti rame kalau sudah nonton Moto GP, Bulutangkis, F1, dan teman- temannya. Nah, sekarang liat adik sendiri yang main.. Rasanyaaaa haruuu sekali. Jangankan bertanding, liat adik latihan bersimbah keringat saja rasanya sudah bangga, sudah terbayang mungkin ketika besar ia menjadi penerus Susi Susanti.😀

Pertandingan kemarin adalah yang pertama kali, hanya lolos di ronde pertama, itupun karena lawannya tidak datang, WO. Ronde kedua, adik saya harus melawan  juara 3 nasional yang postur tubuhnya jauh diatas adik saya, meski setingkat umurnya. Saya tidak berkesempatan melihat langsung karena satu dan lain hal, tapi saya tahu dik Fifi pasti keren sekali, terbukti dengan skor 15-21 dan 11-21. (meskipun sangat jauh selisihnya, biarlah saya puji puja, wong dia adik saya)

Salah satu pelatih asli Surabaya yang mendampingi adik (karena pelatih klub Dik Fifi sedang mendampingi anak didik lain di stadion yang lain) bilang pada saya bahwa satu kekurangan adik saya adalah stamina, teknik dan trik untuk membuat lawan pontang- panting sudah dikuasai, otak kanan dan kiri juga sangat seimbang. Terbukti dengan kontrol juga spontanitas yang baik. Wew.. Saya bangga mendengarnya. Stamina tentu saja drop, sejak minggu hingga malam sebelumnya adik saya kena ambeyen dan maag, diusia sedini itu.😦

Komentar lain juga datang dari seorang ibu yang melihat betapa santainya adik saya menghadapi lawan. Membuat lawan berlari- lari memutari lapangan untuk mengembalikan bola dari adik. Setidaknya, ia berhasil mengimbangi dengan ikut mempermainkan lawan.🙂 Dan hebatnya lagi, bagaimanapun kondisinya, adik saya tetap tersenyum. Meskipun bolanya masuk atau ketika bola lawan tak sanggup ia kembalikan dengan sempurna. Sayang sekali, saya tidak melihat langsung.😦

Hmm.. Bukan hanya Dik Fifi loh yang suka olahraga, adik saya yang lain juga suka sekali, beberapa bulan yang lalu ia sedang giat- giatnya latihan panjat tebing. Ia bahkan pernah memegang rekor tercepat wall climbing di SMA nya. Tentu saja ini bikin bangga saya, kakaknya. Saya? Tolong jangan ditanya. Saya tidak hobi olahraga. Hehehe..

Kok jadi ngomong kemana- mana, hehe.. Sudah dulu ya.😀

 

27 thoughts on “The next Susi Susanti

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s