#2 kesal

Tulisan ini menyebarkan kebencian, mohon jangan dibaca!

(ditulis hanya untuk meringankan hati penulis)

Saya selalu memaksa diri saya untuk menerima orang ini sebagaimana dia. Saya tidak mempedulikan apapun tentang orang ini dan semua kebusukannya selama dia tidak mengganggu saya. Dan belakangan ini saya merasa orang ini keterlaluan, sungguh keterlaluan.

Pagi ini saya dan dua teman saya (Mela dan Siska) sedang mengurus surat ijin ke lab setiap Sabtu. Dia datang. Dan dengan sok berkuasanya dia bilang bahwa hari Sabtu adalah jadwal dia dan anak bimbingan Pak XX dan sudah mengurus suratnya sejak 3 minggu lalu. Kemudian dia pergi.

Pak laboran datang, kami minta tanda tangan. Bapaknya menandatangani sambil menjelaskan ketentuan dan syarat2nya. Salah satu anaknya Pak XX datang untuk minta diambilin entah apa.

Pak Laboran : Kamu sudah urus surat kayak gini ta? Mana?

Anaknya Pak XX : Sudah Mas, dibawa YY, soalnya masnya dari kemarin gag ada.

Saya dan dua orang teman saya saling berpandangan menyimpulkan bahwa apa yang dibilang TY adalah bualannya.

Sayapun melanjutkan pengurusan surat ijin labnya, dari laboran, pak kadep, kemudian ke pak sarana prasarana. Sesuai dengan prosedur. Saat saya memberikan lampiran surat yang pertama untuk arsip ke pak kadep. Bapaknya minta saya kasih surat itu untuk karyawan. Dan yang tidak saya sangka adalah karyawan itu minta fee upah tugas lembur. Dan disinilah masalah bermula.

Karena saya belum pernah mengurus sebelumnya, saya tanya ke ibu pembimbing saya dalam suatu forum bimbingan yang kebetulan ada TY. Kemudian TY mencibir bahwa selama ini dia ngelab dan tidak pernah dipungut apapun dan menuding bahwa saya sok- sok an karena memberi tahu karyawan tentang lemburnya dan bla bla bla… Kemudian dia pergi.

Kamipun membahas topik yang lain. Sampai akhirnya dia datang lagi di forum kami sambil berteriak- teriak kurang lebih seperti ini “Gara gara Tutus sekarang nge lab jadi bayar. Anak- anak lab disuruh mengurus surat serupa dan marah marah karena harus bayar. Pak XX juga marah dan tersinggung karena bla bla bla”. “Pokok e gara gara Tutus, orang biasanya nge lab hari sabtu itu ditungguin pak xx dan pak zz saja kok, sekarang malah ngikutin karyawan segala.. dan bla bla bla..”. Asal tahu, dia bilang gitu di depan dosen pembimbing skripsi saya juga.

Saya menjelaskan sebisanya, bahwa itu memang prosedur dan sebagainya. Saya tidak mengada- ada, dan Pak Kadep sendiri yang menyuruh untuk memberikan karyawan, dan karyawannya juga yang minta fee upah lembur berdasarkan peraturan dari PD II. Dan dia masih saja mengomel menyalahkan saya.

Karena kepala saya mulai berdenyut dan daripada saya marah, mengamuk, disertai tindakan lebih brutal yang lain, saya ijin pergi.

Teman saya (Siska dan Mela) yang tahu ini, otomatis langsung marah. Tidak terima dan merasa di adu domba dengan anaknya Pak XX oleh si TY ini. Segera saja mereka mengkonfirmasi dengan anaknya Pak XX yang kebetulan juga teman dekat. Dan hasilnya adalah tidak ada satupun anak Pak XX yang marah terkait ijin- ijinan itu juga kenyataan satu lagi bahwa anak- anak bimbingan Pak XX tidak pernah (bahkan tidak pernah terpikir) untuk ngelab di hari Sabtu! Jadi kesimpulannya adalah semua tadi hasil imajinasi yang sangat kreatif oleh si TY.

Sampai kemarin mungkin saya masih berpikir saya ini jahat karena tidak memberikan bantuan skripsinya dengan menghubungkan dia dengan kekasih saya. Tapi rasanya sekarang itu sebandinglah dengan apa yang dia lakukan terhadap saya, bahkan tidak ada apa- apanya.

Jadi orang gitu banget sih. Punya mulut gag dijaga! *emosi

11 thoughts on “#2 kesal

  1. yahhh kebaca…sampe habis pula…🙂
    wah ternyata si TY sepertinya dendam ma kamu ya…sampe segitunya dia mengarang cerita..semoga si TY cepat sadar…semangat kakak atas pengurusan lab nya..

  2. sabar mba tuaffi, dicurahin saja apa yg bikin pegel. asal bisa memberi pelajaran yng baik buat kita supaya menjadi lebih baik. betul kan?
    salam,
    kota pahlawan🙂

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s