NGELAB!

Dua hari ini, akhirnya bisa ngelab..πŸ™‚ Seneng dunk! Hehehe..

Sabtu (23/3) sudah di lab sejak pagi. Tapi tidak bisa melakukan apa- apa karena alat yang digunakan dalam eksperimen Interferometer Michelson lenyap entah kemana. Baru ketemu sore hari dan yasudahlah dilanjutkan Minggu (24/3) saja. Bukan berarti seharian di lab tanpa hasil, saya membongkar 2 solder yang dibeli hari sebelumnya dan akhirnya mengerti bagaimana sebetulnya proses pemanasan induksi itu. Hehehe..

Sedikit cerita, pemanasan induksi adalah pemanasan suatu logam oleh logam itu sendiri akibat dililit kawat berarus. Arus listrik searah pada kumparan bisa menghasilkan magnet, namun karena arus listrik yang diberikan bolak balik (AC- Alternating Current) maka kutub magnet partikel nya berpindah- pindah. Perpindahan yang bolak balik inilah yang menghasilkan panas pada logam.

Ohh ya.. Logam pada pemanas yang akan saya buat tidak langsung dililit kawat karena bisa jadi malah logamnya yang berlistrik bukannya menghasilkan panas. Jadi dilapisi dulu dengan bahan yang tahan panas sekaligus yang tidak dapat menghantarkan listrik. Saya tahu ini dari hasil bongkar solder. Hehe.. Karena tidak tahu bahan apa di solder itu, maka saya ganti dengan alumunium foil. Sayangnya alumunium foil menghantarkan listrik, sehingga saya lapisi lagi dengan selotip.πŸ˜€

Nah.. pada percobaan pertama, setelah logam sudah rapi terlilit kawat, justru kawatnya terbakar ketika sudah dialiri dengan listrik. Dari situ saya dapat ilmu baru,yaitu kawat yang terlalu pendek dengan ketebalan yang terlalu besar, menjadikan hambatan membesar, dan membuat kawat yang mempunyai titik lebur rendah ini terbakar dan putus.

Tidak putus asa, saya beli kawat dengan diameter yang lebih kecil. Kemudian mencoba lagi. 5 menit 10 menit menunggu. Hasilnya suhunya hanya naik 3 derajat, sementara saya butuh suhunya naik minimal 100 derajat dalam 2 menit. Setelah menghitung ini itu, ternyata logam saya terlalu besar dengan masukan daya yang rendah, akibatnya kenaikan suhunya lambat. Wew! Saya makin tertantang!

Solusinya adalah logam harus dibuat lebih tipis. Nah sayangnya tukang bubut tutup dihari minggu. Jadilah saya tunda hingga senin depan. Dan apa yang saya kerjakan hari ini? Saya utak atik Michelson! Interferometer Michelson maksud saya. Sejak awal saya tahu bahwa ini tidak mudah dan ternyata benar. Sudah dibantu dengan Mas Alan (senior optik) tapi tetap saja belum menemukan denyut frinji. Sampai akhirnya masing- masing kami menyerah.

Dua jam kemudian, setelah makan siang dan badan bertambah segar. Saya coba utak atik sendiri, tidak sampai 10 menit, ketemu! Frinji yang saya cari- cari sampai hampir gila dengan mudahnya menghampiri saya.πŸ™‚ Setelah puas mengamati, bongkar lagi alatnya, pasang lagi, dan ketemu lagi. Begitu seterusnya hingga yang ketiga. Merasa sudah puas, akhirnya saya akhiri petualangan terhadap Michelson dengan rasa syukur yang teramat. Sebenarnya masih ingin meneruskan, tapi mata saya terasa pedih karena harus berkonsentrasi di ruang gelap, menggeser- geser cermin setipis mungkin, dan mencari denyut frinji yang teramat keciillll. Jadi ya sudahlah..πŸ™‚

Seneng banget!πŸ™‚ Saya menyadari bahwa semua indah pada waktunya. Yaa.. Tuhan telah memperhitungkan. Ia Maha Segala..

Besok semangat ngelab lagi! Semoga semuanya lancar sampai skripsi berakhir. Amiinn..πŸ™‚

21 thoughts on “NGELAB!

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s