gado gado

Seminggu ini skripsi saya mandeg. Benar- benar mandeg. Entah, menguap kemana semangat 45 yang kemarin ada.😦 Ya Tuhan…

Okelah.. Lupakan dulu skripsi. Saya mau cerita tentang beberapa hari di rumah.🙂 Menyenangkan rasanya berada diantara orang- orang rumah. Bagaimana tidak? Pengen makan apa tinggal minta, pengen buah tinggal ambil, pengen nonton tv sepuasnya boleh, yaa… begitulah. Meskipun bayangan skripsi menghantui (haduh, skripsi lagi).

Di rumah bukan karena ingin malas- malasan loh, saya ditugasin Ibu Bapak untuk mengajar fisika Dek Afam. Beberapa minggu lalu, dia pontang panting pengen les fisika, cari guru kemana- mana. Ketemu salah satu guru di Kertosono, ditunjukkin soalnya langsung nyerah, gag bisa. Terus ketemuan sama guru LBB (yang kebetulan saya menjadi pengajar di LBB nya), nah guru ini menyarankan agar saya saja yang ngajarin adek saya sendiri.

Sejak itulah saya resmi menjadi pendamping adek saya sewaktu mengerjakan soal fisika. Sebenarnya saya tidak banyak membantu sih, adek saya sudah pintar. Mungkin sedikit- sedikit dia lupa, tapi maklumlah.. Belum benar- benar menjiwai.

Menyedihkan ketika di rumah adalah jika saya dibanding- bandingkan dengan adek saya. Beberapa kali sempat sih ada yang menusuk di ulu hati.. Ketika Ibu Bapak saya selalu bilang bahwa Dek Afam lebih pandai daripada saya ketika seumuran. Dia lebih ini dan itu dan bla bla bla.. yang entah apa. Kalau sudah begini, saya enggan mendengarkan. Tapi yasudahlah, saya selalu meyakinkan diri saya sendiri bahwa seharusnya memang begitu. Justru saya akan malu kalo adek saya tidak lebih baik dari saya, betapa tidak bergunanya saya. Ya kan?🙂

Sudah cerita di rumah, hari ini saya kembali ke Surabaya. Langsung mampir ke ATM untuk mengambil uang jatah beasiswa. Memang saya mendapat beasiswa setiap bulan 4xx ribu, buat bayar kos. Nah rekening itu kalaupun ada saldonya paling kurang dari 50 ribu, sementara tadi saldonya 1,x juta.. Heran dunk! Bersyukur sih pasti.. Tapi rasanya aneh saja. Uang siapa yang nyasar kesitu?

Sudah saya tanya Ibu saya, apa ngirim uang buat saya, tapi tidak.

Sampai ini ditulis, saya masih belum tahu uang siapa yang nyasar ke rekening saya.

Daritadi saya gag tau ini mau nulis apa setelah jadipun tulisannya berantakan. Yyah.. Ini tulisan gado- gado.

5 thoughts on “gado gado

  1. Saya juga pernah loh,, tiba-tiba aja ada 100 ke rekening, padahal itu rekening cuma pindahan alias kalau dapat gaji langsung blass dijarah, haha. Makanya heran betul tau-tau ada uang segitu (walaupun gak banyak sih). Hmmm, tapi saya malas ngelacaknya, heu, jadi dibiarkan aja begitu :p

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s