lucky man


Aku tak dapat menghindar saat Tono hanya berjarak dua langkah di depanku. “Mau kemana lagi kau?” Teriaknya.

“Tenang Brother.. Pasti aku bayar kok. Dua hari lagi aku terima gaji. Jangan dibesar- besarin bro, cuma dua ratus ribu juga.” Kataku sesantai mungkin.

“Jangan omong kosong! Bayar sekarang! Atau mau ini?” Sambil menunjukkan bogem mentahnya.

“Iya iya.. Gimana kalau kubayar dengan ini?” Kataku sembari menyodorkan sebotol kecil berisi penuh cairan wangi keemasan. Aku menemukannya tadi di bawah bangku taman. Ia heran lantas tertawa.

“Kau sudah hilang kewarasan, hah?” Ucapnya sambil mencengkeram kerah kemejaku.

“Jangan salah. Ini harganya jutaan Ton! Lihat aja botolnya, ini kristal bro!” Kataku ngawur. Ia masih tak percaya. “Oke.. Kalau kamu masih gak percaya. Ku coba tawarin sama Bapak itu, gimana?” Tantangku. Bukan hanya menantang Tono, tapi juga menantang peruntunganku hari ini. Yah.. Kalaupun parfum ini tidak dibeli, setidaknya aku punya kesempatan untuk lari.

“Awas kalau kau lari lagi!” Jawabnya sambil membiarkanku pergi.

Bapak itu menolehku sekilas saat aku mendekatinya. “Pak.. Saya bisa minta tolong?” Tanyaku ragu. Ia tampak tidak tertarik dan akan pergi sebelum kuperlihatkan botol yang kupegang. “Pak.. Tolong Pak. Saya sedang butuh uang, saya hanya punya ini untuk dijual. Bagaimana jika Anda membelinya satu juta? Ini parfum mahal Pak.”  Bualku. Ia mengambil botol itu, melihatnya lalu menciumnya. Wajahnya keheranan.

“Oke.. Mungkin Anda masih tidak percaya. Bagaimana jika lima ratus ribu?” Ia melirikku, lalu kembali menciumi wangi pedas parfumnya. Raut mukanya tampak meragu.

“Yasudah.. Dua ratus ribu saja Pak, laki- laki di seberang sana akan membunuh saya jika tidak melunasi hutang hari ini. Tolonglah Pak..” Ucapku menunjuk Tono, saat ia akan mengembalikan botol kecil itu ke tanganku.

“Hmm.. Caron’s Poivre? Dua ratus ribu? Oke.” Katanya sembari mengambil empat lembar lima puluh ribuan dari dompetnya.

“Terimakasih Pak… Semoga Tuhan membalas jasa Bapak.” Kataku sambil berlari. Puas. Mungkin aku memang berbakat mengelabui orang.

***

Di antara remang cahaya kecoklatan. Sepasang suami istri tampak bahagia. “Terimakasih Papa. Caron’s Poivre ini hadiah ulang tahun terindah yang Mama dapat. Ini pasti mahal sekali, kemarin lihat di toko langganan Mama sih harganya 18 juta.” Lelaki di depannya hanya tersenyum.

 

P.S : Ada loh parfum seharga itu, disini buktinya.🙂

36 thoughts on “lucky man

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s