#2 catchy moment

Saya orang yang pelupa. Dan parah! Oleh karenanyalah ada prasasti (baca : blog) ini.πŸ™‚ Ya.. Kalau nanti saya sudah jadi nenek- nenek dan pengen berbagi cerita ke cucu, tinggal buka blog aja, buat memancing memori. Haha.. Sesederhana itu sih alasan saya untuk tetap menulis hingga kini.

Berikut adalah momen- momen yang teringat saat saya sedang lupa. #halah

4. Dompet Hilang

Saya masih kelas 1 SMA, ada kakak kelas yang meninggal karena sakit. Mas Yudanis mengajak saya takziah. Sesampainya di tempat takziah, saya menyadari bahwa resleting salah satu kompartemen tas yang biasa untuk tempat dompet terbuka. Dan dompetnya tidak ada!

Mas Yudanis panik, apalagi saya. Kami menelusuri satu per satu tempat yang saya datangi. Mungkin jatuh, tertinggal, atau apalah. Mulai dari tempat parkir, kelas, kantin, sangar pramuka, mushola, dll. Sudah pasrah, mau nangis. Mas Yudanis bilang, siapa tahu di kos. Ya.. Dan kami ke kos.

Sesampainya di kamar kos. Diatas bed saya, dompet itu tergeletak manis. Astaga. >.<

Itu kali pertama Mas Yudanis tahu saya orang yang pelupa. Dan sampai sekarang, ia maklum.πŸ™‚

5. Β Parkir Motor

Saya pulang ke kos siang hari dan kembali sorenya. Melewati tempat yang lengang, saya langsung saja memberhentikan motor, agar tidak terlalu jauh berjalan dari tempat masuk parkir. Maklum, beberapa akses dari gedung utama ke parkir motor tertutup selepas jam 5 sore.

Habis Maghrib saya pulang dari kampus, kebetulan bareng sama temen. Kami ngobrol sepanjang jalan sampai tempat motor kami diparkir. Motor saya tidak ada! Lampu yang memang sedikit redup seharusnya bukan kendala karena memang hanya beberapa motor saja yang tersisa. Mondar mandir melihat setiap plat nomor, tidak ketemu.

Sudah pasrah, karena lelah mencari dan takut sendiri, saya berjalan ke pos satpam untuk melapor kejadian hilangnya motor saya. Ajaibnya, saya melihat motor saya di sebelah pos satpam! Ya.. saya baru ingat kalo sore tadi saya parkir disitu karena disitu sepi dan agar malamnya tidak berjalan terlalu jauh masuk kedalam tempat parkir.

6. Motor Baru

Beberapa minggu setelah saya menabrakkan kuda besi kesangan saya, akhirnya saya diberi kesempatan untuk menikmati kuda besi yang baru. Hari itu pertama kali saya bawa motor ke kampus. Saya biasa parkir di tempat yang sama setiap harinya untuk mengantisipasi kebiasaan pelupa saya.

Pulangnya, saya menuju motor saya. Saya pakai helm, terus masukin kuncinya, saya putar sana sini, tapi gagal. Saya menarik nafas, coba lagi, gagal lagi. Karena sudah bosan, akhirnya saya berjalan ke depan motor. Dan saya tahu kenapa kuncinya tidak berfungsi. Ya.. saya salah motor!

Saya lepas helmnya dan mengembalikan ketempatnya, tepat saat empunya motor datang dan mungkin mengira saya akan mengambil helmnya.πŸ˜€ Atau dia memang menyadari saya salah motor, karena helm saya memang sama dengan helm miliknya. Sama- sama bonusan dari beli motor. Hihihi.

7. Handphone

Seperti biasa, Mas Yudanis selalu menjemput saya sepulang dari kantor, jam 5. Dan menelpon saya setiap sudah berada di depan kos.

Karena kelelahan setelah seharian entah ngapain, saya baru bersiap saat Mas Yudanis sudah di depan dan meminta saya cepat keluar karena sudah lama menunggu. Di dalam kamar saya mengomel dan bingung mencari handphone saya. Lempar bantal sana sini, buka laci, lihat lorong bed, gag ketemu.

Pas udah pasrah, saya keluar dan mengunci kos. Baru sadar kalau Handphone nya saya pegangi dan menempel di telinga dari tadi sambil ngomel ke Mas Yudanis : saya sedang mencari handphone.

Nah.. Itu baru sebagian kecil yang teringat.πŸ˜€ Β Ada yang tahu bagaimana menyembuhkan penyakit lupa? Bagi tips-nya dunk. Hehehe

51 thoughts on “#2 catchy moment

  1. Bawa buku saku saja!!
    dan catatlah barang apa saja yang dianggap penting, tulis letak naruhnya dimana, naruh disitu jam berapa,

  2. hahaha aku juga udah pikun
    kadang dari kantor ada isian tanggal lahir istri anak dll
    langsung buka blog cari jurnal tentang kelahiran anak buat liat tanggalnya
    kacaw…πŸ˜€

    • hahaha.. parah.
      dulu saya pernah waktu isian tanggal lahir ortu. dan itu terulang 2- 3 kali. lama2 sungkan sama ibu sendiri, masak gag hapal tanggal lahirnya.πŸ˜€

      • jaman sudah berubah kayaknya
        dulu aku bisa mengingat puluhan nomer telpon di luar kepala. sekarang nomor telpon sendiri saja sampai keluar dari kepala alias ga inget lagi. bikin mumet kalo hape ilang…

        • wahh.. jaman sudah beruban kayaknya.πŸ˜€ hehe. Yah.. itulah efek usia.
          Dicatat saja didompet, saya gitu. nomor beberapa orang penting saya catat di dompet. Biasanya butuh sekali kalau Ibu Adik Nenek nitip beliin pulsa dan gag bawa hp.πŸ˜€

          • ada sih buku kecil buat nyatet hal hal penting.
            tapi ya gitu deh, bukunya sering kelupaan naruh entah dimanaπŸ˜€

  3. Hahahaaa me juga ada 1 hal selaluuuu lupa. ga bisa sembuh2 heran. Selalu lupa, udah kunci pintu apa belom ya? *setiap kali keluar rumah* #tepok jidaaat.
    Tapi kalo parkiran untungnya selalu inget hihihihi

^^Siilahkan berKomentar.. ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s